Menteri Pertahanan Prabowo Subianto: Waspada, Ada Pergerakan yang Mengancam Negara-Negara ASEAN

Tugasnya, untuk bekerja sama dalam berbagai hal dengan tujuan misi kemanusiaan dan tentunya pemberantasan dan penanganan terorisme

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto: Waspada, Ada Pergerakan yang Mengancam Negara-Negara ASEAN
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianti hadir pada acara ASEAN Chiefs of Army Multilateral Meeting (ACAMM) ke-20 di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Senin (25/11/2019). 

Prabowo mengatakan, Indonesia tidak akan diduduki oleh negara lain apabila seluruh rakyat menjadi komponen pertahanan negara. Artinya, pertahanan negara tidak hanya diperkuat oleh TNI sebagai komponen utama. Menurut mantan Komandan Jenderal Kopassus itu, perlu dibangun komponen cadangan yang berasal dari segala sektor.

Dengan demikian, kata Prabowo, setiap warga negara berhak dan wajib mengikuti program Bela Negara.

"Itu adalah doktrin Indonesia selama ini, lahir dari sejarah kita bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut bela negara," kata Prabowo.

"Ini yang yang akan menjadi fokus persiapan pemikiran dan penyelenggaraan gelar pertahanan dan keamanan negara kita ke depan," ucap dia.

Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN), setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan Pertahanan Negara

Sementara, pasal 4 ayat (2) menyebut keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib dan pengabdian sesuai dengan profesi.

 Politikus PDIP Effendi Simbolon Debat Dengan Menhan Prabowo Soal Ini Saat Rapat di Komisi I DPR

 LIVE STREAMING Sedang Berlangsung Rapat Kerja Menhan Prabowo Subianto dengan Komisi I DPR RI

 Jadi Anak Buah Presiden Jokowi, Prabowo Subianto Dapat Perintah Bahas Soal Anggaran

Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib diberlakukan bagi warga negara sebagai calon Komponen Cadangan. Komponen Cadangan disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan Komponen Utama atau TNI dalam menghadapi ancaman militer.

Kemudian, Pasal 31 mengatur soal pembentukan Komponen Cadangan yang terdiri dari 4 tahap yakni pendaftaran, seleksi, pelatihan dasar kemiliteran dan penetapan. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved