Kerja Tidak Full Time, Staf Khusus Presiden Bakal Digaji Penuh, Tak Main-main, Rp 51 Juta per Bulan

Sebelumnya Jokowi pernah mengatakan, Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial tersebut tidak akan bekerja full time.

Istimewa
Presiden Jokowi 

Salah mengatakan selama ini kinerja mereka tidak pernah terdengar.

"Silakan dinilai sendiri apakah itu efisien atau tidak," tutur Saleh dikutip dari TribunManado.co,id.

2. Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat

Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat di sela konsolidasi partai di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu (14/9/2019)
Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat di sela konsolidasi partai di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu (14/9/2019) (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Djarot mengatakan penunjukan tujuh staf khusus presiden yang masih muda atau dikenal sebagai milenial mendobrak birokrasi yang kaku.

Politisi PDIP tersebut berpendapat teman diskusi Jokowi yang baru tentu menginspirasi anak-anak muda yang kreatif.

"Ini melampaui batas-batas birokrasi, inovasi, dan kreativitas itu melampaui aturan birokrasi yang kaku," ungkapnya.

3. Dosen Fakultas Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Wijayanto

Wijayanto mengatakan penunjukan staf khusus milenial ini bukan berarti tidak memiliki sisi negatif.

Senada dengan Saleh, Wijayanto juga menuturkan lingkaran istana dan kabinet Jokowi saat ini relatif besar.

Dikutip dari Kompas.com, kehadiran milenial tersebut justru semakin mempergemuk pemerintah yang terdiri dari 34 menteri, 12 wakil menteri, dan 13 staf khusus.

 Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden Jokowi Penyandang Disabilitas, Namanya Trending di Google

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved