Festival Tajug 2019

Festival Tajug 2019 Digelar PBNU dan Keraton Kasepuhan untuk Laksanakan Wasiat Sunan Gunung Jati

menurut dia, tugas kita sebagai penerus perjuangan Sunan Gunung Jati harus menjaga agama dan negara.

Festival Tajug 2019 Digelar PBNU dan Keraton Kasepuhan untuk Laksanakan Wasiat Sunan Gunung Jati
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Festival Tajug 2019 di Alun-Alun Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jumat (22/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM - Festival Tajug 2019 resmi dibuka pada Jumat (22/11/2019) di Alun-alun Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Kegiatan yang digelar PBNU bekerja sama dengan Keraton Kasepuhan Cirebon itu berlangsung hingga Minggu (24/11/2019).

Ketua Pelaksana Festival Tajug 2019, KH Mustofa Aqiel Siradj, mengatakan, kegiatan itu menjadi upaya untuk melaksanakan wasiat Sunan Gunung Jati.

Wasiat Sunan Gunung Jati itu, yakni ingsun titip tajug lan fakir miskin yang berarti saya titip musala dan fakir miskin yang juga dijadikan tema Festival Tajug 2019.

"Wasiat itu mengandung dua hal yang sangat mulia," ujar KH Mustofa Aqiel Siradj.

Wapres RI, KH Maruf Amin
Wapres RI, KH Maruf Amin (Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

Ia mengatakan, titip tajug berarti hubungan manusia dengan Allah SWT dan titip fakir miskin berarti keutamaan hubungan dengan sesama manusia.

Selain itu, menurut dia, tugas kita sebagai penerus perjuangan Sunan Gunung Jati harus menjaga agama dan negara.

Pasalnya, tajug secara luas juga bisa berarti agama dan fakir miskin merupakan negara mengingat berdasarkan amanat UUD 1945 fakir miskin dipelihara negara.

"Maka Festival Tajug 2019 menjadi upaya masyarakat melaksanakan wasiat Sunan Gunung Jati," kata KH Mustofa Aqiel Siradj.

Puluhan Remaja di Surabaya Ditangkap Polisi, Lempari KA Jayabaya yang Diduga Bawa Suporter Persija

Berkat Perankan Suzzana, Si Ratu Horor, Luna Maya Jadi Pemeran Utama Wanita Terpuji FFB 2019

Ia mengatakan, negara akan semakin kokoh jika perjuangan yang dilaksanakan masyarakatnya seimbang.

Antara tajug dan fakir miskin, antara agama dan negara, serta antara kiai dan pejabat.

"Rangkaian acaranya ada banyak, expo tajug, festival azan pitu, pelatihan salat sesuai cara Nabi Muhammad Saw, dan lainnya," ujar KH Mustofa Aqiel Siradj. (*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved