KPK Periksa 3 Mantan Anggota DPRD Kota Bandung, Lurah, PNS, dan Pensiunan Terkait Korupsi RTH

11 orang saksi itu dimintai keterangannya terkait program Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pemkot Bandung di Mandalajati dan Cibiru.

KPK Periksa 3 Mantan Anggota DPRD Kota Bandung, Lurah, PNS, dan Pensiunan Terkait Korupsi RTH
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Mapolrestabes Bandung. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi dalam program pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung.

Pemeriksaan dilakukan di Kantor Sat Sabhara Polrestabes Bandung, Jalan Ahmad Yani pada Jumat (22/11). Pemeriksaan selesai sekitar pukul 14.00 sejak dimulai dari pukul 10.00.

Pantauan Tribun, penyidik KPK berjumlah tujuh orang ini membawa empat koper. Saksi yang diperiksa yakni Pupung Hadijah, R Ivan Hendriawan ASN DPKAD Pemkot Bandung.

Lalu Tatang Muchtar Camat Cibiru 2009-2015, Yaya Sutaryadi selaku Lurah Cisurupan Kecamatan Cibiru, Dodo Suanda ASN Kelurahan Palasari, Yudi Priadi selaku Notaris.

WOW, Pramusaji Alias Pelayan di Cafe Ini Nyaris Telanjang dan Hanya Pakai Celemek

TERBONGKAR Misteri Keberadaan Soeharto Saat Sejumlah Jenderal Dibantai Pada Peristiwa G30S/PKI

Kemudian anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 yakni Tatang Suratis, Lia Noerhambali dan Riantono. kemudian Cepi Setiawan selaku staf DPRD Kota Bandung dan Ubad Bahtiar selaku pensiunan ASN dengan jabatan terakhir Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemkot Bandung.

"11 orang yang kami mintai keterangan. Tadi ada tiga anggota DPRD yang turut diperiksa," ujar seorang penyidik KPK yang meminta tidak disebutkan namanya, sesaat sebelum meninggalkan Kantor Sabhara.

Ia mengatakan, 11 orang saksi itu dimintai keterangannya terkait program Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pemkot Bandung di Mandalajati dan Cibiru. Dalam kasus ini, dua orang ditetapkan tersangka yakni Tomtom Abdul Komar dan Kadar Slamet selaku eks Anggota DPRD Kota Bandung dan Heri Nurhayat mantan Kepala DPKAD Kota Bandung.

"11 saksi ini diperiksa untuk tersangka baru berinisial Dsg," ujar dia. Dsg yakni Dadang Suganda diumumkan KPK sebagai tersangka kasus ini kemarin. Dadang berperan sebagai makelar.

Cinta Kepada Sang Guru, Siswa Ini Nekat Nyelonong ke Kamar Ibu Gurunya & Lakukan Hal Tak Terduga

Lora Fadil Tersipu Malu Saat Ditanya Soal Ketiga Istrinya, Tukul Arwana: Mana Yang Lebih Sering?

Seperti diketahui, KPK mengendus perbuatan melawan hukum yang merugian negara dalam pembelian lahan milik warga. Tiga orang ditetapkan tersangka, Heri Nurhayat selaku mantan Kepala DPKAD Pemkot Bandung serta dua anggota DPRD Kota Bandung, Tomtom Abdul Komar dan Kadar Slamet.

Menurut KPK, anggaran yang dialokasikan dalam pengadaan ini sebesar Rp 123,9 miliar yang terdiri atas belanja modal tanah dan belanja penunjang untuk 6 ruang terbuka hijau.

Dua di antaranya adalah RTH Mandalajati senilai Rp 33,455 miliar dan RTH Cibiru dengan anggaran senilai Rp 80,7 miliar. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved