Guru Honorer di Indramayu Mengaku Sudah Lelah Berjuang, Capek Demo Terus tapi Tak Ada Pengaruhnya

Namun sejumlah usaha itu, tidak ada yang berdampak sedikit pun terhadap kesejahteraan guru honorer.

Guru Honorer di Indramayu Mengaku Sudah Lelah Berjuang, Capek Demo Terus tapi Tak Ada Pengaruhnya
Tribun Cirebon.com/Handhika Rahman
Seorang guru honorer pelajaran komputer di SMK NU Krangkeng, Jamaludin (36) 

"Sudah ada aturannya dari pemerintah pusat, sudah melarang untuk mengangkat tenaga honorer menjadi PNS. Kita hanya bisa menjalankan," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di ruangannya, Rabu (21/8/2019).

Diceritakan Suleman Zajuli, banyak dari guru honorer di Kabupaten Indramayu yang sudah berusia lanjut.

Hal tersebut membuat mereka kesulitan untuk dapat mendaftarkan diri dalam rekrutmen CPNS 2019.

"Kami sarankan untuk mendaftar PPPK," ujar dia.

Dijelaskan Suleman Zajuli, batas usia pendaftar rekrutmen CPNS, yakni 35 tahun. Sedangkan batas usia PPPK walau menjelang satu tahun sebelum pensiun masih diperbolehkan untuk mendaftar PPPK.

Sehingga, para guru honorer yang sudah berusia lanjut masih memiliki kesempatan.

"Pasti yang usia 35 tahun kebawah larinya itu ke CPNS, tapi bagi yg diatas itu baru larinya ke PPPK. Jadi peluang kesempatannya masih besar," ujar dia. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved