Situs-Situs Diduga Cagar Budaya Mulai Muncul, Indramayu Siap Jadi Destinasi Wisata Religi & Sejarah

temuan-temuan situs cagar budaya ini akan memperkaya wisata religi atau wisata sejarah yang ada di Kabupaten Indramayu

Situs-Situs Diduga Cagar Budaya Mulai Muncul, Indramayu Siap Jadi Destinasi Wisata Religi & Sejarah
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Kabupaten Indramayu, Tinus Suprapto, Kamis (21/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Temuan-temuan situs yang diduga cagar budaya mulai bermunculan di Kabupaten Indramayu.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Indramayu, Tinus Suprapto mengatakan, temuan-temuan situs cagar budaya ini akan memperkaya wisata religi atau wisata sejarah yang ada di Kabupaten Indramayu.

"Ini adalah sebuah kekayaan bagi Indramayu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di ruangannya, Kamis (21/11/2019).

Seperti diketahui, dugaan situs cagar budaya yang terbaru muncul adalah situs makam kuno yang diduga merupakan makam Wali Allah bernama Syekh Abdul Rahman.

Makam itu ditemukan warga di kawasan tempat pemakaman umum Blok Langgen Desa Kiajaran Wetan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

Sebelumnya, temuan yang diduga Candi Hindu-Budha juga ditemukan di Kabupaten Indramayu.

Dugaan Candi itu ditemukan di Blok Dingkel, Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Brigadir Rusmanto saat mengantar Yayasan Tapak Karuhun Nusantara ke lokasi penemuan batu bata yang diduga kuat tilas bangunan Candi Hindu-Budha di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jumat (25/10/2019).
Brigadir Rusmanto saat mengantar Yayasan Tapak Karuhun Nusantara ke lokasi penemuan batu bata yang diduga kuat tilas bangunan Candi Hindu-Budha di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jumat (25/10/2019). (ISTIMEWA)

"Temuan-temuan lain juga, seperti di Kebon Kelapa dan di Singkil ada situs makam yang diduga sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit," ucap dia.

Meski demikian, disebutkan Tinus Suprapto temuan ini harus dibuktikan terlebih dahulu melalui penelitian dari tim khusus dibidangnya.

TERKINI, Temuan Batu Bata Kuno Tilas Candi di Indramayu, Balai Arkeolog Ungkap Temuan Baru

Soal Temuan Makam di Indramayu, Disbudpar: Kami Belum Bisa Klaim Makam Itu Kuno Sebelum Diteliti

Ratusan Peziarah Berbondong-Bondong Ke Makam Kuno Syekh Abdul Rahman di Indramayu

Dirinya berpendapat, jika sudah bisa ditetapkan sebagai situs cagar budaya akan berdampak positif bagi Kabupaten Indramayu.

Dalam hal ini para wisatawan juga akan melirik Kabupaten Indramayu sebagai tujuan destinasi destinasi wisata khususnya di bidang sejarah maupun religi selain dari sisi pariwisata.

Lokasi penemuan makam kuno yang diduga makam Syekh Abdul Rahman yang meninggi secara sendirinya di kawasan tempat pemakaman umum di Blok Langgen, Desa Kiajaran Wetan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Rabu (19/11/2019).
Lokasi penemuan makam kuno yang diduga makam Syekh Abdul Rahman yang meninggi secara sendirinya di kawasan tempat pemakaman umum di Blok Langgen, Desa Kiajaran Wetan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Rabu (19/11/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Saya pikir ini dampak positif, tinggal bagaimana kita memajukan wisata religi, wisata sejarah ini di Indramayu," ujar dia. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved