5 Fakta Misteri Pembongkaran Puluhan Makam di Tasikmalaya, Diduga Untuk Praktik Ilmu Hitam

Puluhan makam di tempat pemakaman umum di Desa pakemitan Tasikmalaya tanahnya ada yang menggali secara misterius.

5 Fakta Misteri Pembongkaran Puluhan Makam di Tasikmalaya, Diduga Untuk Praktik Ilmu Hitam
Tribunjabar/Isep
Sejumlah makam di tempat pemakaman umum ( TPU ) di Kampung Pakemitan II, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya ada yang menggali secara misterius, Jumat (9/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Kehebohan sempat mewarnai suasana Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya beberapa waktu lalu.
 
Puluhan makam di tempat pemakaman umum di wilayah tersebut tanahnya ada yang menggali secara misterius.
Tribun Jabar telah menghimpun beberapa fakta terkait fenomena yang menggegerkan tersebut.
 
Ada beberapa fakta yang berhasil dihimpun, di antaranya : 
1. Awalnya Diisukan Terkait Praktik Ilmu Hitam
 
Kejadian yang menggegerkan itu pertama kali terjadi Jumat (8/11/2019) lalu.
 
Warga yang hendak berziarah menemukan ada beberapa makam tepat di bawah nisan bagian kepala ada lubang sedalam sekitar 50 centimeter.
 
Saat warga melapor ke pengurus makam, ternyata ada 25 makam yang kondisinya serupa.
Warga menduga pengorekan sejumlah makam itu dilakukan pada malam sebelumnya atau pada Kamis Malam.
 
Warga lantas melaporkan hal itu ke polsek setempat.
 
Polisi dari Polsek Cikatomas langsung melakukan komunikasi dengan tokoh ulama setempat.
 
"Temuan itu kami berkomunikasi  bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Cikatomas," kata Kasat Reekrim Polres Tasikmalaya, Siswo Tarigan saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui pesan whatsapp, Sabtu (9/11/2019).
 
Dari hasil komunikasi tersebut, peristiwa yang terjadi diduga kental dengan praktik perdukunan.
 
"Tokoh agama mengatakan kejadian penggalian makam tersebut biasanya terkait dengan hal keyakinan seseorang yang berkaitan untuk memenuhi sarat - sarat tertentu," jelasnya dalam sebuah laporan.
Semuanya mengira terduga pelaku misterius itu kemungkinan besar hanya mengambil tanah dari sejumlah makam.
 
"Mengingat kedalaman makam untuk bisa sampai ke dangkal atau untuk sampai ke mayat dibawahnya dengan kedalaman sekitar 140 s/d 150 cm. sedangkan ini si terduga pelaku hanya menggali dengan kedalam sekira 45 cm dengan diameter sekira 10 cm," lanjut laporan yang diberikan Siswo.
 
2. Pengorekan Terjadi Lebih dari Sekali
Kegemparan Warga Kampung Pakemitan II, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya terus berlanjut.
Beberapa hari kemudian ada 10 makam yang ditemukan dengan kondisi seperti sebelumnya.
 
Hal itu dikonfirmasi pengurus makam, Andi Juanda (54) saat dihubungi, Rabu (13/11/2019) Siang.
 
"Tadi polsek menemukan ada 8, malam selasa kemarin ada 2 makam. Sama seperti sebelumnya, beberapa makam yang kemarin digali ada juga yang digali lagi," tuturnya melalui sambungan telepon.
 
Padahal, kata Anda Juanda ronda malam dilakukan oleh warga setempat bersama TNI dan Polisi.
 
"Kemungkinan dilakukan pada saat ronda bubar, nanti dan ke depannya juga kami rencana akan ronda lagi," tambahnya.
 
Jika dikalkulasi ada 35 makam di sana yang dikorek di bagian bawah nisannya dengan kedalaman yang hampir sama.
 
3. Polisi Pasang CCTV di Sekitar Makam Pasca Kejadian
 
Menyusul serangkaian kejadian aneh itu, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra mengatakan pihaknya memasang CCTV di sekitar lokasi.
 
Hal itu dikatakannya untuk memudahkan proses penyelidikan, dan untuk mengetahui siapa di balik peristiwa misterius tersebut.
 
Namun Hingga saat ini kamera CCTV itu tidak merekam siapa dalang perusakan makam itu.
 
4. Pelakunya Tak Terduga
 
Polres Tasikmalaya telah menyimpulkan hasil penyelidikan misteri pengorekan sejumlah makam itu.
"Tergalinya beberapa makam di Pakemitan, Kecamatan Cikatomas yang awalnya dicurigai dilakukan oleh seseorang, tapi berdasar penyelidikan kami di lapangan ternyata itu merupakan ulah hewan yakni anjing," jelas Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra, saat menggelar konfrensi pers di Mapolres, Kamis (21/11/2019) Siang.
 
Kesimpulan itu didukung dengan temuan warga yang patroli saat kejadian pada Senin (11/11/2019) malam lalu ditemukan 2 hewan berkaki empat itu di atas makam yang tergali.
 
"Didukung oleh anggota kami di lapangan yang menemukan jejak-jejak binatang yang diindikasikan anjing. dua ekor anjing yang terlihat pada saat 11 November, diduga kuat pelaku pembongkaran makam," lanjut Doni.
 
5. Bukti di Sebongkah Bata Merah
 
Sebongkah batu bata jadi bukti polisi menyimpulkan pelaku misteri pengorekan sejumlah makam di waktu yang berbeda di Kampung Pakemitan II, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya beberapa waktu lalu.
 
Pada saat polisi menggelar konfrensi pers di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (21/11/2019), sebongkah batu bata merah dengan bekas sejumlah cakaran ditunjukan pada awak media.
 
Batu bata dengan bekas cakaran itu jadi bukti polisi selain ditemukannya jejak-jekak hewan berkaki empat di lokasi.
 
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra mengatakan cakaran tersebut diakibatkan dari kuku hewan jenis anjing.
 
"Penyelidikan di lapangan didukung inisiatif masyarakat pada saat makam yang digali sebelum di bereskan kembali dipasanglah batu bata di beberapa makam yang atasnya bolong. Sehingga pada saat kejadian terakhir batu bata itu ada bekas cakaran-cakaran binatang," jelas Doni.
 
Semenjak kejadian terakhir pihak polisi juga memasang CCTV di sekitar makam.
 
"Karena informasinya menyebar mengenai dugaan dilakukan hewan, warga sekitar yang memiliki anjing di daerah sana hewan peliharaanya diikat tidak dibiarkan berkeliaran," lanjutnya.
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved