Ritual Memandikan Kayu Mati Buyut Perbatang di Cirebon Paling Ditunggu Warga, Pencak Acara Maulid

Tradisi ritual itu dilaksanakan rutin setiap tahunnya pada 19 Rabiul Awal atau sepekan setelah panjang jimat di Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman.

Ritual Memandikan Kayu Mati Buyut Perbatang di Cirebon Paling Ditunggu Warga, Pencak Acara Maulid
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah orang saat mengangkat kayu mati Buyut Perbatang di Situs Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Senin (18/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Puluhan warga tampak berkerumun di sekitar Situs Pangeran Mancur Jaya di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Senin (18/11/2019).

Rupanya mereka hendak menyaksikan prosesi pencucian kayu mati Buyut Perbatang di situs keramat itu.

Ritual tersebut merupakan puncak acara rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kertawinangun.

Tradisi ritual itu dilaksanakan rutin setiap tahunnya pada 19 Rabiul Awal atau sepekan setelah panjang jimat di Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman.

Dalam ritual itu, tujuh pria terlihat terjun ke kolam berukuran kira-kira 3 x 1,5 meter dan kedalamannya 1,5 meter itu.

Kolam tersebut dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari bata merah setinggi kira-kira satu meter.

Selanjutnya mereka tampak mengambil sebatang kayu sepanjang kira-kira dua meter dari dasar kolam tersebut.

Kayu itupun diangkat perlahan dan empat orang yang berada di atas kolam tampak sigap menerima kayu tersebut kemudian meletakkannya di sisi kolam.

Setelah pembacaan doa dan selawat kayu tersebut langsung dimandikan menggunakan air dan kembang tujuh rupa.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved