Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Plastik Untuk Bahan Bakar, Media AS Soroti Potensi Bahaya & Racun

Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Plastik Untuk Bahan Bakar, Media AS Soroti Potensi Bahaya & Racun

Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Plastik Untuk Bahan Bakar, Media AS Soroti Potensi Bahaya & Racun
(KOMPAS.com/RUNIK SRI ASTUTI)
Pekerja mengambil sampah plastik impor untuk bahan bakar tungku pemasak kedelai pada industri tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Selasa (18/6/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM- Asap hitam pekat disertai dengan bau plastik begitu kental tercium ketika mendekati sebuah kawasan di sebuah desa bernama Tropodo.

Di sana, lebih dari 30 perusahaan tahu menggunakan campuran plastik dan kertas sebagai bahan bakar, dengan sebagian besar datang dari AS.

Olahan kacang kedelai yang kaya protein itu diproduksi di halaman belakang.

MELETUS Gunung Merapi Tadi Pagi, Radius 3 Kilometer Diminta Tak Ada Aktivitas Manusia

Pekerja mengambil sampah plastik impor untuk bahan bakar tungku pemasak kedelai pada industri tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Selasa (18/6/2019).
Pekerja mengambil sampah plastik impor untuk bahan bakar tungku pemasak kedelai pada industri tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Selasa (18/6/2019). (KOMPAS.com/RUNIK SRI ASTUTI)

Namun, kekhawatiran pun muncul terkait dengan material bahan bakarnya.

Dilansir media AS New York Times Kamis (14/11/2019), asap dan abu dari plastik yang terbakar menimbulkan konsekuensi racun.

Menguji telur ayam yang ada di sana, laporan dari aliansi kelompok lingkungan hidup Indonesia dan asing menemukan kandungan racun.

Krisdayanti Kaget & Teriak Saat Ditanya Jika Raul Lemos Menikah Lagi, Beri Ancaman Ini Pada Suami

Termasuk di dalamnya adalah dioxin, polutan yang dikenal dapat menyebabkan penyakit kanker, Parkinson, hingga cacat saat lahir.

Warga setempat bernama Karnawi yang tinggal di dekat tujuh pabrik tahu, para pekerja bakal mulai membakar pada pagi buta hingga malam.

"Ini terjadi setiap hari, dengan asap itu selalu berada di udara. Saya jadi tidak bisa bernapas," ucap pria berusia 84 tahun itu.

Dalam laporan yang dirilis, telur yang dihasilkan oleh salah satu ayam dari Karnawi tercatat mengandung dioxin tinggi yang pernah terekam.

Halaman
1234
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Wow
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved