Ketua Bawaslu Indramayu: 'Laten Nomor Piro, Wani Piro' Kebiasaan Buruk Masyarakat Jelang Pemilu

Menjelang Pilkada 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indramayu mengingatkan

Ketua Bawaslu Indramayu: 'Laten Nomor Piro, Wani Piro' Kebiasaan Buruk Masyarakat Jelang Pemilu
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu, Nurhadi, Jumat (15/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Menjelang Pilkada 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indramayu mengingatkan masyarakat akan bahaya laten "nomer piro, wani piro" (nomor berapa, berani berapa).

//

Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu, Nurhadi mengatakan, laten nomor piro, wani piro ini merupakan istilah bagi para pelaku money politic.

"Ini adalah suatu gejala yang merebak, suatu kebiasaan buruk di masyarakat setiap menjelang pemilu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di ruangannya, Jumat (15/11/2019).

Nurhadi membeberkan, gejala nomer piro ini selalu hadir di setiap penyelenggaraan pemilu baik tingkat pemilihan kepala desa (Pilkades), Pemilihan Legislatif (Pileg), maupun Pemilihan Presiden (Pilpres).

Disampaikan dia, peringatan itu disampaikan menyusul dengan banyak ditemukannya barang bukti kecurangan berupa alat praktek money politic.

Saat itu, Bawaslu mendapati sebanyak 8 karung berisikan sembako, amplop berisikan uang dan beberapa alat praktek money politik lainnya.

"Pengalaman kami pada Pemilu 2019, saat itu di hari tenang temuan-temuan tersebut kami temukan dan kami sita dari tim sukses saat hendak dibagikan kepada masyarakat," ujar dia.

Lemahnya regulasi, disebutkan Nurhadi menjadi salah satu sebab para pelaku melakukan praktek money politic selain karena kurangnya kesadaran dari masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved