KESAKSIAN Korban Selamat Kecelakaan di Tol Cipali, Rizqon: Saya Dengar Klakson Panjang & Terjadi

Moh. Rizqon (21), hanya bisa berbaring di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang.

KESAKSIAN Korban Selamat Kecelakaan di Tol Cipali, Rizqon: Saya Dengar Klakson Panjang & Terjadi
Tribun Jabar/Ery Chandra
Suasana tempat Rizqon dilakukan perawatan, di RSUD Subang, Jumat (15/11/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ery chandra

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG- Moh. Rizqon (21) salah seorang penumpang korban kecelakaan di tol Cipali KM 117, kini hanya bisa berbaring di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang.

Rizqon tengah diinfus dan ditemani oleh seorang pria di ruang tersebut. Hampir keseluruhan kepalanya terbalut dengan perban. Masih nampak sisa-sisa bercak darah mengering di celana yang dikenakannya.

Dengan suara lirih, Rizqon mengatakan saat kejadian, dia duduk di bangku nomor 19 atau ditengah bus PO. Arimbi Jaya Agung nomor polisi B-7168-CGA.

"Sebelum kejadian (kecelakaan), kami sempat istirahat di rumah makan," ujar Rizqon, di RSUD Subang, Jumat (15/11/2019).

Pria asal Pekalongan dengan tujuan ke Palmerah, Jakarta, dalam perjalanan untuk bekerja menceritakan saat dalam perjalanan sempat berbincang dengan seorang pria tua di sebelahnya dengan kondisi mobil yang nyaman dalam melaju.

"Dari awal jalan saja nyantai, pas saya mengobrol sama orangtua. Ini bus enak dan nyantai. Enggak lama saya tertidur," katanya.

Seusai mendengar bunyi klakson panjang, dia terbangun. Belum sempat melihat keadaan sekitar, secara tiba-tiba terjadi kecelakaan dengan benturan sangat keras di tengah malam, Kamis (14/11/2019).

Sopir Bus Sinar Jaya Ditetapkan Sebagai Tersangka Kecelakaan di Tol Cipali Yang Tewaskan Tujuh Orang

Buntut Kecelakaan di Tol Cipali KM 117, Sopir Bus Sinar Jaya: Pak Saya Dipenjara Berapa Tahun?

VIDEO - Korban Meninggal Dunia Kecelakaan di Tol Cipali Dibawa Pulang Pihak Keluarga Pakai Ambulans

Sehingga kondisi bus yang mereka tumpangi bagian depannya hampir masuk ke parit sebelah kiri.

"Saya lompat ke jalan, seingat saya diseret sama orang ke pinggir. Karena mata saya enggak bisa melihat kena pecahan kaca," ujar karyawan swasta tersebut.

Dia menuturkan sebelum menanti mobil ambulans tiba di lokasi kecelakaan, dirinya dibantu orang dengan menyiramkan air ke bagian matanya yang sulit untuk melihat. Atas kejadian itu, dia berharap, pihak-pihak terkait dapat bertanggung jawab untuk kejelasan selanjutnya. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved