Kesehatan
Musim Pancaroba, Dinkes Indramayu Minta Warga Waspadai Penyakit DBD
Dalam hal ini, Dinkes Indramayu juga akan melakukan fogging atau penyemprotan sebagai bentuk antisipasi.
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu mengimbau masyarakat untuk mewaspadai timbulnya penyakit Demam Berdarah (DBD) di musim pancaroba atau peralihan musim ini.
//
Kepala Dinkes Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, meski angka DBD di Kabupaten Indramayu pada tahun lalu relatif kecil, yakni hanya 42 kasus, masyarakat tetap diminta untuk waspada.
"Kita untuk DBD tahun kemarin alhamdulillah tidak ada kematian, hanya ada 42 kasus, jadi menurun sekali," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (11/11/2019).
Dalam hal ini, Dinkes Indramayu juga akan melakukan fogging atau penyemprotan sebagai bentuk antisipasi.
Pada tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Indramayu menyediakan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk fogging.
Namun, karena hanya terdapat sedikit kasus, anggaran yang terserap hanya sebesar Rp 160 juta saja.
"Tahun ini kita tetap akan melakukan fogging tapi nanti disesuaikan dengan kriteria yang membutuhkan," ucap dia.
Selain itu, Deden Bonni Koswara juga mengimbau agar masyarakat diminta tidak membiarkan adanya air yang menggenang.
Air menggenang inilah yang biasa menjadi sarang bagi nyamuk-nyamuk bertelur.
"Sebagai pencegahan kita juga mengajak masyarakat untuk membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/indramayu-deden-bonni-koswara.jpg)