Ditanya Soal Wacana Larangan PNS Pakai Cadar dan Celana Cingkrang, Uu Ruzhanul: Ya Kita Harus Patuh

Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi kegiatan Silaturahmi Akbar One Day One Juz (ODOJ) di Lapangan GGM Kabupaten Majalengka, Sabtu (9/11/2019).

Ditanya Soal Wacana Larangan PNS Pakai Cadar dan Celana Cingkrang, Uu Ruzhanul: Ya Kita Harus Patuh
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menanggapi soal wacana Kementerian Agama yang akan melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan Cadar dan Celana Cingkrang.

Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi kegiatan Silaturahmi Akbar One Day One Juz (ODOJ) di Lapangan GGM Kabupaten Majalengka, Sabtu (9/11/2019).

Menurutnya, apapun yang sudah menjadi keputusan Pemerintah Pusat, Pemprov Jabar harus taat dan mengikuti setiap arahan.

Sebab, kata dia, itu merupakan suatu keharusan dan jika tidak taat artinya seperti kabur dari sebuah perperangan.

"Sebagai pemimpin Pemprov harus patuh terhadap pemerintah yang ada di pusat. Sama kalau kita tidak taat kepada pimpinan namanya firor artinya kabur dari perang dan itu hukumnya dosa.

Selain itu, kata Uu, kebijakan dan kebijaksanaan pemerintah yang bakal diambil nantinya, tidak mungkin untuk menyengsarakan rakyat.

Adapun, katanya, tujuan pemerintah itu membuat masyarakat tenang, nyaman, dan juga meningkat kesejahteraannya.

"Dan juga merasakan keadilan dari pemimpin, yakinkan kepada masyarakat tolong harus membuat paradigma husnudzon," ucap dia.

Uu yang juga sebagai seorang pengurus komunitas Pondok Pesantren di Jawa Barat menjelaskan, sebenarnya hal semacam itu dianggap wajar.

"Misal di sebuah sekolah, pasti anak-anak ada yang memakai seragam dan harus seperti itu, adapun adanya kemudian juga PNS, wajar kalau ada aturannya masuk sebuah organisasi harus taat waktu disiplin kepada aturan yang ada," kata Uu.

Uu menambahkan, larangan penggunaan Cadar ataupun Celana Cingkrang di lingkungan PNS, menurutnya bukan masalah akidah.

Oleh karena itu, ia mengimbau jika itu tidak menyangkut soal akidah, lebih baik tidak usah terlalu dipermasalahkan.

Uu menyebut, yang terpenting, saat ini masyarakat berpikir untuk kemajuan di bidang pendidikan Jawa Barat.

"Lebih baik mikirkan bagaimana pendidikan masyarakat di Jawa Barat, kami (Pemprov) Jabar juga minta masukan sebagai pemerintah termasuk juga dalam bidang yang lain. Mari kita bersama-sama kolaborasi membangun Jawa Barat daripada membicarakan masalah keagamaan," ujarnya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved