Waspada! Memasuki Pancaroba, Kabupaten Majalengka Berpotensi Alami Tiga Bencana Ini

Awal bulan November ini wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) sudah memasuki pancaroba

Waspada! Memasuki Pancaroba, Kabupaten Majalengka Berpotensi Alami Tiga Bencana Ini
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Balai Desa di Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka terkena puting beliung beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Awal bulan November ini wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) sudah memasuki pancaroba atau transisi menuju Musim hujan.

Hal ini disampaikan, Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, Ahmad Gas Izyn, Jumat (8/11/2019).

Ia menyebut, udara panas dan arah angin yang tidak teratur merupakan tanda bahwa musim pancaroba telah tiba.

Hasil Lengkap Liga Europa, Manchester United ke 32 Besar, Marcus Rashford Sumbang Gol

Sementara, kata dia, Kabupaten Majalengka telah melakukan antisipasi kerawanan bencana yang mungkin terjadi.

"Cuaca ekstrem itu berupa hujan lebat ditandai petir dan udara sangat panas," ujar Faiz, sapaan akrabnya.

Lanjut Faiz, perubahan musim kemarau ke penghujan juga biasanya ditandai dengan adanya angin puting beliung yang berpotensi terjadi.

Vanessa Angel Ngaku Kangen Makan Pisang di Jepang Karena Berbeda, Warganet Serbu Dengan Komentar

Sebab, potensi cuaca ekstrem terus meningkat.
"Biasanya, kejadian-kejadian itu terjadi pada siang sampai sore hari," ucap dia.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, Agus Permana mengatakan mengantisipasi perubahan cuaca tersebut, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi.

Ia menyebut, Kabupaten Majalengka rawan bencana pergerakan tanah, longsor dan banjir," kata Agus Permana.

Anggota TNI AL Ditemukan Tewas Dengan Kepala Terbungkus Plastik, Sang Nenek Kaget Saat Lihat Korban

Disampaikan dia, untuk bencana pergerakan tanah dan longsor, daerah yang rawan terjadi di wilayah Majalengka bagian selatan yang merupakan dataran tinggi.

Sementara, lanjut Agus, wilayah Majalengka bagian Utara menjadi daerah yang rawan terjadi bencana banjir.

"Daerah dataran tinggi berpotensi pergeseran tanah dan longsor karena memiliki kemiringan lahan yang cukup miring, sementara jelas dataran rendah mah menjadi titik kumpulnya air," ujarnya.

Gadis Ini Dicekoki Obat Batuk Hingga Mabuk Disetubuhi Paksa Bergiliran Oleh Tiga Pria Punk

BPBD Majalengka juga, Agus menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Geologi Bandung dengan melakukan survei ke beberapa lokasi yang dinilai rawan bencana.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved