Ibu-ibu di Nagrak Sumedang Berbekal 5 Mesin Jahit, Lahirkan Kampung Kolor

ada 32 orang wanita yang sudah bisa menjahit dan mulai berhimpun memproduksi celana pendek atau kolor, seragam sekolah dan baju olah raga.

Ibu-ibu di Nagrak Sumedang Berbekal 5 Mesin Jahit, Lahirkan Kampung Kolor
Tribun Jabar/Deddi Rustandi
Bupati Dony Ahmad Munir mereskimkan Kampung Kolor (Celana Pendek) di Desa Nagrak, Buahdua, Sumedang. Ibu-ibu di Desa Nagrak ini berhimpun membuat usaha konveksi setelah sebelumnya mengikuti pelatihan menjahit dari Kementerian Sosial. 

Laporan Wartawan Tribun, Deddi Rustandi
TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG – Ibu-ibu di Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua kini punya kesibukan menjahit. Hampir di setiap RW ada wanita yang bisa menjahit setelah mengikuti pelatihan program Kementerian Sosial di Balai Latihan Kerja (BLK) Sumedang.

“Awalnya, para wanita di Desa Nagrak, Buahdua, mendapat pelatihan menjahit dari Kementerian Sosial dan setelah itu kami berhimpun membuat konfeksi,” kata Yuyun Yulianingsih (42), koordinator penjahit, Kamis (7/11)

Menurutnya, ada 32 orang wanita yang sudah bisa menjahit dan mulai berhimpun memproduksi celana pendek atau kolor, seragam sekolah dan baju olah raga.

“Kami baru berjalan produksi hampir tiga bulan tapi sudah cukup banyak orderan termasuk dari 20 sekolah sekitar Buahdua yang memesan baju olah raga,” kata Yuyun.

Satu Rumah di Kampung Terobosan Kota Cimahi Ambruk, Satu Rumah Lagi Retak

Ia mengatakan para ibu sudah memiliki kesibukan menjadi penjahit dan konfeksi dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Barokah Jaya.

“Saat ini, konfeksi baru memiliki lima mesin jahit sehingga ibu-ibu yang ikut pelatihan menjahit belum bisa direkrut semuanya,” kata Yuyun.

Bupati Dony Ahmad Munir sempat berkunjung ke lokasi konfeksi menyebutkan setiap desa saat ini dituntut mempunya satu produk unggulan dan satu perusahaan.

“Desa harus punya one village one product, one village one company,” kata Dony.

Diduga Ada Emas di Kaki Bukit Kampung Sompok Arjasari, Seorang Warga Gali Lubang Sedalam 20 Meter

Warga di sana mencanangkan kalau konfeksi yang sedang dirintis dinamakan Kampung Kolor atau Kampung Menjahit.

"Kembangkan lagi bisnis, kualitas, dan pasarnya. Pemerintah akan membantu membrandingnya," ujar bupati.

Menurutnya, untuk lebih memotivasi dan membantu mengembangkan usaha tersebut, Pemkab Sumedang akan memberi bantuan berupa mesin jahit.

“Masyarakat Sumedang maupun SKPD memanfaatkan produk lokal yang ada di Sumedang. Pemkab juga akan bantu membranding kampung ini.

Untuk sekolah-sekolah juga bisa memesan seragam, baju olahraga, celana pendek atau kolor di Kampung Kolor ini," kata Dony. (deddi rustandi)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved