Dewi Tanjung Tuding Novel Baswedan Rekayasa Penyiraman Air Keras, Kuasa Hukum Novel Lapor Polisi

peristiwa penyerangan Novel Baswedan benar-benar terjadi dan jelas telah menyebabkan kebutaan di mata sang penyidik KPK.

Dewi Tanjung Tuding Novel Baswedan Rekayasa Penyiraman Air Keras, Kuasa Hukum Novel Lapor Polisi
Kolase tribunnews
Novel Baswedan - Dewi Tanjung 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA -  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Novel Baswedan, melaporkan balik politisi PDIP yang melaporkannya, Dewi Tanjung.

Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan karena menduga kasus penyiraman air keras adalah rekayasa.

Kuasa hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum.

"Kami akan mengambil langkah hukum baik perdata maupun pidana terkait dengan fitnah yang ditujukan kepada Novel Baswedan," tutur Alghiffari Aqsa.

Lebih lanjut, Alghiffari Aqsa menilai tuduhan Dewi Tanjung yang menganggap kasus penyiraman air keras itu rekayasa merupakan tindakan yang di luar nalar dan batas kemanusiaan.

 Novel Baswedan Dituduh Rekayasa Kasus Penyiraman Air Keras, Jubir Presiden Tanggapi Begini

"Laporan Dewi Tanjung itu tidak jelas atau ngawur. Itu adalah tindakan yang mengarah pada fitnah dan merupakan tindakan di luar nalar dan rasa kemanusiaan," jelas Alghiffari Aqsa.

Alghiffari menuturkan, peristiwa penyerangan Novel Baswedan benar-benar terjadi dan jelas telah menyebabkan kebutaan di mata sang penyidik KPK.

Oknum Perwira Polisi Diduga Selingkuh dengan Mami Tempat Hiburan Malam di Bali, Dilaporkan ke Propam

Bahkan, peristiwa penyerangan itu telah diverifikasi oleh berbagai pihak seperti petugas medis, Polri dan mendapatkan perhatian dari Komnas HAM dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Untuk itu, tim kuasa hukum Novel Baswedan meminta Polri tidak menindaklanjuti laporan Dewi.

"Secara tidak langsung pelapor ini sebenarnya telah menuduh bahwa kepolisian, Komnas HAM termasuk Presiden tidak bekerja berdasarkan fakta hukum benar," papar Alghiffari dilansir dari Kompas.

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved