Satu Gadis Dipaksa Layani Nafsu 3 Laki-laki Berpakaian Punk, Dicekoki Obat Batuk Hingga Alami Mabuk

- I (54) dan E (46) pasangan suami istri asal Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, ditemani Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah

Satu Gadis Dipaksa Layani Nafsu 3 Laki-laki Berpakaian Punk, Dicekoki Obat Batuk Hingga Alami Mabuk
Tribun Jabar/Isep Heri
Keluarga H (15) melaporkan dugaan pemerkosaan ke Polres Tasikmalaya Kota 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - I (54) dan E (46) pasangan suami istri asal Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, ditemani Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya mendatangi Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (7/11/2019) Sore.

Kedatangan mereka untuk melaporkan peristiwa yang dialami putrinya H (15) yang diduga telah menjadi korban pencabulan tiga orang yang juga masih di bawah umur.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rianto menjelaskan korban diduga mengalami pemerkosaan pada 18 Oktober 2019.

"Sebelumnya kami menerima laporan dari masyarakat. Kemudian kami investigasi bahwa gadis berusia 15 tahun tersebut diduga digauli 3 orang laki-laki yang juga masih berusia anak-anak," jelas Ato saat ditemui di Ruang Pemeriksaan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Ato menuturkan, peristiwa yang terjadi pada malam hari itu bermula saat korban bertemu dengan R, I, dan I yang masih seusia dengan korban.

2 Gadis Digilir 4 Remaja di Pinggir Sungai, Terkuak Gunakan Kode Senter Usai Salurkan Hasrat

Ikut Pesta Miras, Siswi SMA di Cirebon Nasibnya Berakhir Tragis, Digilir 5 Pemuda Baru Dikenal di FB

Siswi SMA di Cirebon Diperkosa 5 Pemuda, Digilir di 3 Tempat Berbeda, Sempat Dicekoki Miras Oplosan

"Korban dan diduga para pelaku yang putus sekolah diketahui tergabung dalam sebuah komunitas berpakaian punk," lanjut Ato.

Dalam pertemuan itu, ketiga terduga pelaku mengajak korban untuk mabuk obat batuk bersama-sama.

Dalam kondisi mabuk itulah para terduga pelaku memperdaya korban.

"Dari keterangan terduga pelaku yang kami temui, mereka menggauli korban di sebuah saung tengah kebun lalu di sebuah rumah kosong. Jadi tidak hanya sekali dan dilakukan bergiliran," tutur Ato.

Dikarenakan para pelaku juga masih di bawah umur, Ato menambahkan tentunya pihaknya akan mendampingi proses hukum yang hari ini dilaporkan. 

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved