Keraton Kanoman Cirebon Gelar Tradisi Nyiram Gong Sekaten, Begini Sejarahnya

Tradisi Nyiram Gong Sekaten itu digelar rutin setiap setahun sekali, tepatnya pada 7 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah.

Keraton Kanoman Cirebon Gelar Tradisi Nyiram Gong Sekaten, Begini Sejarahnya
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Abdi dalem saat menggosok Gong Sekaten yang telah dicuci menggunakan sabut kelapa dan bata merah yang dihaluskan di Langgar Alit Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (6/11/2019). Cara tradisional itu terbukti ampuh menghilangkan karat meski tanpa menggunakan bahan kimia apapun. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Keraton Kanoman menggelar tradisi Nyiram Gong Sekaten, Rabu (6/11/2019).

Tradisi Nyiram Gong Sekaten itu digelar rutin setiap setahun sekali, tepatnya pada 7 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah.

Dalam ritual itu, para pinangeran atau bangsawan, nayaga, dan abdi dalem akan mencuci gamelan pusaka peninggalan Sunan Gunung Jati.

Mengenal Buka Bekasem, Tradisi Kuliner Khas Maulid atau Muludan di Keraton Kasepuhan

Gong Sekaten itu dicuci sebelum digunakan pada rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Keraton Kanoman.

Menurut Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina, diperkirakan usia Gong Sekaten mencapai 700-an tahun.

Siraman Panjang, Tradisi Mencuci Piring Pusaka di Keraton Kasepuhan Cirebon

"Gong Sekaten ini seperangkat gamelan pusaka Keraton Kanoman yang awalnya dari Keraton Demak," kata Arimbi Nurtina saat ditemui di Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwangkuk, Kota Cirebon, Rabu (6/11/2019).

Ia mengatakan, Gamelan Sekaten itu dihadiahkan kepada Ratu Wulung Ayu, putri Sunan Gunung Jati dan istrinya Nyimas Tepasari dari Majapahit.

Kala itu, Ratu Wulung Ayu baru saja ditinggal wafat suaminya, Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor, Raja Demak Bintoro kedua setelah Raden Fattah.

Saat Ratu Wulung Ayu hendak pulang ke Cirebon, Raja Demak Bintoro ketiga, Sultan Trenggono, memberikan hadiah Gamelan Sekaten itu.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved