Viral

Entin, Ibu-ibu Asal Sumedang Melahirkan Bayi Perempuan Tanpa Hamil, Setiap Bulan Menstruasi Lancar

Pasalnya, ia tidak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti yang lazimnya dirasakan oleh para ibu hamil.

Entin, Ibu-ibu Asal Sumedang Melahirkan Bayi Perempuan Tanpa Hamil, Setiap Bulan Menstruasi Lancar
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
bayi yang dilahirkan Entin Kustini 

Dengan menggunakan USG 4D dapat mengindentifikasi kelainan pada janin hingga 85 persen.

Berikut tiga manfaat USG 4D seperti dikuti dari bidanku.com.

1. Mengidentifikasi Kesehatan Janin Lebih Akurat

Pada usia kehamilan 11-14 minggu, USG 4D dapat mengindentifikasi kelainan hingga 85% seperti adanya kelainan pada kromosom, down syndrome atau mendeteksi kelainan jantung bawaan dini.

Di usia kandungan memasuki 18-22 minggu telah mampu mendeteksi kelainan kelainan pada janin secara struktural (detail amonaly scan).

ilustrasi hamil
ilustrasi hamil (HUFFINGTON POST)

Sedangkan pada usia 28-32 minggu telah mampu dalam mendeteksi adanya kelainan kelainan pada pertumbuhan janin, letak plasenta, tali pusat, profil biofisik janin, jumlah air ketuban, kelainan letak plasenta, dan juga kelainan organ janin hingga dapat diidentifikasi dengan akurat.

2. Mengetahui Gerakan Janin dengan Detail

Kelebihan yang dimiliki oleh USG 4D adalah mampu melihat gerakan janin seperti mampu menghisap ibu jari, memukul, menendang.

Dengan kemampuan ini akan memberikan informasi yang lebih banyak mengenai keadaan janin sehingga dapat mengamati perilaku janin.

Hal ini dapat membuat anda merasakan gerakan janin yang sesungguhnya seperti telah hadir di dunia.

3. Dapat Menyimpan Gerakan Seperti Film

Kelebihan dari 4D adalah mampu menyimpan gerakan atau penampilan janin di dalam database komputer sehingga dapat diputar ulang seperti melihat film.

Bahkan salinannya dapat disimpan di dalam flashdisk dan juga CD.

Inilah menjadi pilihan terbaik dalam melakukan USG 4D.

Apa Sih bedanya USG 3D dan 4D?

USG 3D dan USG 4D memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan USG 2D.

Dikutip dari Hellosehat.com, dengan teknologi yang makin canggih, keduanya dapat menunjang pemeriksaan bayi dalam kandungan yang lebih mendalam.

Dengan melakukan USG 3D atau USG 4D, Anda bisa melihat bentuk mata, hidung, telinga, dan mulut bayi Anda lebih jelas, bukan hanya seperti gambar hitam putih dalam USG 2D.

Namun, hasil gambar USG 3D dan USG 4D memiliki perbedaan.

USG 3D menyajikan gambar yang tidak bergerak (diam). Sementara, USG 4D dapat menyajikan gambar bergerak, seperti Anda sedang menonton film bayi Anda dalam kandungan.

Anda bisa melihat apa saja yang dilakukan bayi dalam kandungan saat melakukan USG 4D, seperti bayi menguap, mengisap jempol, bergerak, dan segala perubahan lainnya.

Secara medis, USG 4D maupun USG 3D sama-sama dapat mengidentifikasi jika ada kelainan pada bayi Anda.

Kedua jenis USG ini dapat menunjukkan sudut yang berbeda dalam melihat bayi, sehingga kelainan pada bayi bisa terlihat lebih jelas, jika dibandingkan dengan menggunakan USG 2D.

Beberapa kondisi atau cacat pada bayi yang dapat terlihat melalui USG 3D maupun USG 4D adalah spina bifida, bibir sumbing, kaki bengkok, dan kelainan pada tengkorak bayi.

USG 3D dan 4D aman dilakukan?

Ilustrasi
Ilustrasi (mesayurini.com)

Keduanya aman dilakukan seperti Anda melakukan USG 2D.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) pun telah menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa USG berbahaya bagi janin yang sedang berkembang.

Namun, terlalu sering melakukan USG tidak disarankan, kecuali untuk alasan medis.

Lagipula, melakukan USG 3D dan USG 4D juga membutuhkan alat khusus dengan biaya lebih mahal dibandingkan dengan USG 2D.

Sehingga, jika dilakukan dalam frekuensi sering mungkin dapat memberatkan Anda.

Para ahli pun menyarankan agar USG 3D maupun USG 4D dilakukan saat ada kebutuhan medis (untuk memeriksa kelainan pada bayi).

Dan ingat, hanya lakukan USG 3D, USG 4D, maupun USG 2D dengan para ahli yang sudah tersertifikasi.

Kapan Waktu Terbaik Lakukan USG 4D?

Waktu terbaik untuk melakukan USG 4D maupun USG 3D adalah saat usia kehamilan antara 26-30 minggu.

Sebelum usia kehamilan 26 minggu, bayi dalam kandungan masih sedikit memiliki lemak di bawah kulitnya, sehingga tulang di wajahnya mungkin akan terlihat (wajah bayi belum sepenuhnya dikembangkan).

Sedangkan setelah usia kehamilan 30 minggu, kepala bayi mungkin akan berada di bawah panggul Anda, sehingga Anda mungkin akan kesulitan dalam melihat wajah bayi dan ini bisa menjadi percuma.

Nah, bagaimana tribuners? semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda ya.

Kapan Harus Operasi Caesar

Salah satu hal yang mengejutkan ketika mendapatkan hasil pemeriksaan USG (Ultrasonography) adalah ketika ibu hamil mengalami kekurangan air ketuban.

Hal ini membuat ibu was-was dikarenakan kondisi kurangnya air ketuban akan memperkecil peluang persalinan normal, betulkah operasi caesar merupakan satu satunya jalan keluar bagi ibu hamil yang mengalami air ketuban kering?

Tribunners, mesti diketahui sebelumnya air ketuban atau amnion merupakan cairan dalam ruangan yang meliputi selaput janin, cairan ini akan mengalami pertambahan disesuaikan dengan usia kehamilan.

Banyak sekali peranan penting dari air ketuban seperti melindungi janin dari benturan keras, melindungi dan mencegah agar tali pusat tidak kekeringan sehingga memperkecil kemungkinan penghambatan pasokan oksigen dari ibu ke janin.

Seperti dikutip bidanku.com, air ketuban juga berperan dalam menyediakan cadangan cairan dan nutrien, kemudian dapat membantu sistem pencernaan janin selama di dalam kandungan.

Pengaruh yang tidak kalah penting dari air ketuban adalah menjadi inkubator dalam menjaga suhu, agar bayi tetap hangat.

Air ketuban kering yang dialami oleh ibu hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Kondisi ketuban kering diantaranya faktor adanya gangguan pertumbuhan pada janin, adanya kelainan ginjal sehingga urine sedikit.

Terjadinya kehamilan lewat waktu yang mengakibatkan fungsi plasenta menurun dan yang terakhir adalah riwayat kesehatan ibu hamil diantaranya adalah darah tinggi, gangguan pembekuan darah dan penyakit lainnya.

Sehingga sangat penting sekali dalam menjaga pola makan selama kehamilan.

Makanan yang mengandung gizi yang seimbang akan membantu anda dalam menghindari kekurangan air ketuban selama kehamilan.

Selain itu anda dituntut untuk mempunyai jadwal istirahat yang teratur, hindari tidur terlalu malam, hentikan kebiasaan buruk menjadi perokok aktif atau perokok pasif.

Pada usia kehamilan ke 34 minggu akan mengalami pertambahan jumlah air ketuban.

Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan beberapa ibu hamil mengalami kondisi air ketuban yang kering.

Lakukan pemeriksaan indeks cairan ketuban dengan menggunakan USG.

Keadaan normal air ketuban adalah 10-20 cm sedangkan apabila kurang dari 10 cm dinyatakan air ketuban yang mengalami pengurangan sedangkan apabila 5 cm maka dikategorikan oligohidramnion.

Penanganan air ketuban kering akan berbeda beda disesuaikan dengan usia kehamilan.

Pada kehamilan lewat bulan, air ketuban kering dapat terjadi dikarenakan tubuh janin yang semakin besar.

Oleh karena itu penanganan pada ibu hamil yang mengalami ketuban kering pada usia kehamilan lanjut, disarankan untuk persalinan dengan operasi caesar.

Dengan menggunakan pembedahan dalam proses persalinan diharapkan akan memperkecil resiko pada bayi dan ibu.

Meskipun demikian, kondisi kesehatan setiap ibu dan janin akan berbeda beda sehingga dokter kandungan akan membantu persalinan anda sesuai dengan kondisi kehamilan anda.

Hal yang harus ingat bahwa operasi caesar tidak saja dipengaruhi oleh air ketuban kering pada kehamilan lewat bulan, akan tetapi beberapa kondisi janin dan ibu akan ikut menentukan keputusan operasi caesar pada persalinan.

Beberapa alasan operasi caesar dapat disebabkan karena letak janin sungsang, berat badan bayi yang terlalu besar, mengalami masalah plasenta, kontraksi terlalu lama atau ibu memiliki masalah kesehatan sehingga tidak mendukung persalinan normal.

Dengan demikian bagi ibu hamil sangat disarankan untuk memeriksakan kesehatan selama kehamilan secara rutin, salah satunya untuk mencegah air ketuban yang kering.

Penanganan air ketuban kering akan berbeda-beda sesuai dengan usia kehamilan, sedangkan untuk usia kehamilan lewat waktu lebih mungkin dengan proses persalinan caesar untuk mengurangi resiko pada bayi dan ibu.

Jangan buru-buru operasi caesar

Ilustrasi bayi lahir melalui cara operasi caesar
Ilustrasi bayi lahir melalui cara operasi caesar (mediskus.com)

Seringkali kehamilan menyebabkan seorang wanita mengalami stres.

Yups, stres itu bisa terjadi karena ia merasa tidak memiliki ilmu yang cukup untuk menjadi ibu atau bisa jadi ia stres ketika akan menghadapi persalinan.

Apalagi jika dokter telah memperkirakan tanggal kelahiran bayi, dan Anda tidak kunjung menampakkan seperti tanda yang akan melahirkan.

Hal ini dapat membuat ibu semakin tegang dan membuat hati dan pikirannya jadi tidak tenang.

Karena biasanya, dokter akan mulai membicarakan soal kemungkinan melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi.

Jika hal tersebut terjadi sebaiknya Anda melakukan cara yang dapat merangsang persalinan anda agar cepat tiba.

Adapun melahirkan secara normal merupakan keinginan setiap ibu.

Berikut adalah cara-cara sederhana yang dapat Anda lakukan agar bisa melahirkan secara normal, seperti dikutip dari bidanku.com :

 Inilah Manfaat Sholat bagi Kesehatan, Setiap Gerakannya Tersirat Manfaat

 Artis Cantik Ini Diceraikan Suaminya Lewat Pesan WhatsApp, Begini Isi Pesannya yang Jadi Viral

 Gara-Gara Tak Kuat Ingin Merokok, Penumpang KA Argo Jati Ini Malah Terjatuh, Luka Parah, Kaki Patah

1. Lakukan kegiatan berjalan kaki dengan santai

Cara yang paling mudah dan juga murah untuk dapat merangsang bayi supaya cepat lahir ialah dengan berjalan kaki dengan teratur ketika menjelang persalinan.

Ketika berjalan atur posisi tubuh dengan benar, tubuh tetap tegak, dan tidak terlalu condong ke arah belakang.

Jalan kaki merupakan cara yang paling umum serta alami untuk membantu mendorong persalinan.

2. Hubungan intim bersama suami

Cairan yang dihasilkan seorang pria mengandung prostaglandins yang dapat membantu leher rahim menjadi lunak juga siap untuk segera membuka.

Kandungan yang terkandung dalam sperma juga dapat membantu merangsang munculnya kontraksi pada rahim serta membuat leher rahim melemas.

3. Melakukan stimulasi pada puting payudara

Melakukan kegiatan stimulasi pada putting payudara ini juga dikatakan dapat melepaskan oksitosin yang bisa merangsang rahim untuk berkontraksi.

Kegiatan ini juga bisa Anda lakukan sendiri atau meminta bantuan suami Anda.

Namun sebaiknya kegiatan ini tidak dilakukan dengan berlebihan sebab bisa mengakibatkan kontraksi yang sangat panjang, kuat serta mengganggu aliran darah pada janin.

Lakukan kegiatan ini dengan fokus pada salah satu payudara terlebih dulu selama kurang lebih lima menit.

4. Lakukan Birthing Balls

Birthing balls ini sangat berguna untuk menbantu bayi yang ada di dalam rahim bergerak.

Anda dapat melakukannya dengan duduk pada bola yang sangat lentur serta lembut sambil anda menggerakan tubuh Anda.

Gerakan tubuh Anda dapat mendorong bayi beralih pada posisi yang sangat baik.

5. Menghilangkan perasaan cemas di dalam diri anda

Rasa cemas yang semakin besar ketika menjelang persalinan menjadi hal yang wajar.

Untuk mengurangi kecemasan yang anda rasakan Anda dapat membaginya dengan mendiskusikan kecemasan anda bersama suami Anda, ataupun dokter.

Rancanglah beberapa kegiatan yang dapat membuat anda menjadi semakin rileks.

6. Mengikuti senam hamil

Lakukan dengan rutin senam hamil dengan di bimbing oleh instruktur yang ahli.

Manfaat dari senam hamil sendiri yaitu untuk membantu dalam melemaskan daerah pada jalan lahir bayi, membuat lancar penurunan pada bagian bawah bayi menuju jalan lahir, membantu kontraksi rahim agar lebih efektif serta membantu proses persalinan menjadi lebih lancar dan juga mudah.

7. Melakukan pijat refleksi

Pijat refleksi ini selain dapat menyeimbangkan sistem dalam tubuh Anda, ini juga bisa merangsang untuk menuju proses persalinan.

Ada baiknya tindakan seperti ini dilakukan atas pengawasan dokter pribadi Anda yang mengetahui tentang teknik pijat refleksi.

Dengan demikian bagi anda yang ingin merangsang melahirkan secara normal sebaiknya dapat mengelola diri dalam mempersiapkan persalinan, baik secara fisik maupun mental.

Sehingga proses persalinan dapat berjalan dengan lancar, apalagi bagi Anda yang menginginkan melahirkan secara normal. 

Tips agar cepat hamil

Ilustrasi wanita hamil
Ilustrasi wanita hamil (Istimewa)

Memiliki anak adalah salah satu tujuan pasangan suami istri.

Sebagian pasangan suami istri mungkin bisa dengan mudah memiliki anak, sementara sebagian lainnya perlu perjuangan.

Ketika suasana hati telah pas dan waktunya juga tepat, dilansir Kompas.com, Anda perlu mengatur posisi dan persiapan agar acara bercinta yang dilakukan membuahkan hasil.

Berikut ini tips jitu dari para ahli.

1. Manfaatkan gravitasi

Agar bisa hamil, posisi saat bercinta harus sedemikian rupa sehingga sperma bisa mencapai

area leher rahim dengan mudah, sehingga kesempatannya untuk membuahi sel telur jadi lebih besar.

Manfaatkan gaya gravitasi untuk membantu tercapainya "misi" ini.

Misalnya dengan mengangkat bokong atau kaki ke atas, atau menyandarkannya di dinding.

Selain itu, Anda juga bisa menaruh bantal di bagian bawah pinggul saat bercinta dengan posisi

misionari, sehingga posisinya jadi sedikit terangkat.

2. Ketahui posisi bercinta yang tepat

Selain posisi bokong, kaki, dan pinggul, yang perlu diketahui selanjutnya adalah posisi bercinta.

Posisi misionari (pria di atas) adalah posisi paling baik agar bisa cepat hamil.

Sebagai variasi, Anda juga bisa mencoba posisi doggy-style atau posisi menyamping.

Tiga posisi ini memungkinkan terjadinya penetrasi lebih dalam, sehingga sperma bisa masuk ke area leher rahim dengan mudah dan kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih besar.

Sementara itu, posisi yang tidak dianjurkan adalah woman on top atau wanita di atas, karena dengan demikian sperma pria akan dengan segera keluar dari leher rahim.

3. Alami orgasme

Riset menunjukkan bahwa wanita yang mengalami orgasme dan menikmati hubungan intimnya

akan mampu lebih lama menyimpan sperma di dalam tubuhnya.

Hal ini berhubungan dengan kontraksi otot yang terjadi saat Anda mengalami orgasme,

sehingga sperma akan tertahan lebih lama.

4. Jangan terburu-buru

Meski Anda memang sangat ingin memiliki bayi, bukan berarti kenikmatan bercinta itu dilupakan

begitu saja. Nikmati setiap menit yang Anda lewatkan bersama pasangan.

Setelah ejakulasi, biarkan Mr P di dalam selama beberapa menit, kemudian barulah perlahan dikeluarkan.

Setelah usai bercinta, jangan terburu-buru turun dari tempat tidur.

Tetaplah berbaring, ambil posisi menyamping, lalu tarik kedua lutut ke arah perut, sehingga seperti meringkuk.

Taruh bantal di bawah pinggul, lalu rilekskan diri dalam posisi seperti ini.

5. Latih otot dasar panggul

Otot dasar panggul yang kuat adalah modal utama wanita - tidak hanya untuk memuaskan

pasangan saat bercinta, namun juga untuk menyukseskan misi memiliki anak.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved