Viral

Demi Hidup Enak dengan Pria Idaman, Ibu di Indramayu Tinggalkan 4 Anaknya yang Kelaparan di Rumah

Kondisi rumah yang tidak terdapat celah cahaya juga menimbulkan aroma tidak sedap dari dalam ruangan.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Cirebon.com/Handhika Rahman
Refi 

"Supaya anak itu terawat, mendapat pendidikan yang layak dan juga kesehatan," ujar dia.

Dijelaskan Aam Aminah, Refi dan Pian akan mendapat perawatan intensif oleh pihak panti asuhan.

Dalam hal ini pemerintah akan menjamin seluruh biaya yang diperlukan Refi dan Pian termasuk biaya pengobatan dan pendidikan selama mereka di sana.

Hal tersebut disampaikan Aam Aminah sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga negara yang membutuhkan.

"Insya Allah hari Rabu besok kita bawa ke panti setelah tadi pihak keluarga diberi pengertian," ujar dia. (*)

 Tinggal di Gubuk

Minimnya pencahayaan serta aroma tidak sedap dari dalam rumah membuat gubuk itu tampak sangat tidak sehat.

Di sana Refi dan Pian juga tinggal bersama dua orang kakak, mereka ialah Nur Wenda (23) dan Raju Winata (16).

Yang lebih memprihatinkan lagi, kakak beradik itu sekarang mesti berjuang menyambung hidup setelah ditelantarkan oleh ibu kandungnya sendiri yang bernama Rodia.

Diketahui ibu mereka pergi sejak satu tahun yang lalu tanpa memberi alasan. Ia diduga pergi meninggalkan anak-anaknya untuk hidup bersama lelaki lain.

Kondisi rumah Refi (14) dan Pian (7) serta kakak-kakaknya di Desa Karanganyara, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Senin (4/11/2019).
Kondisi rumah Refi (14) dan Pian (7) serta kakak-kakaknya di Desa Karanganyara, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Senin (4/11/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Sementara itu ayah mereka sudah meninggal sejak 10 tahun yang lalu.

Selain harus berjuang hidup tanpa perawatan orangtua, kondisi Refi dan Pian sangat memprihatinkan.

Bocah yang memiliki nama lengkap Refi Irawan dan Muhammad Septian itu mengalami gizi buruk. Tubuh mereka berdua kurus kering.

Selain kondisi fisik, dari sisi spikologis mereka sedikit memiliki gangguan.

Jangankan untuk bertumbuh kembang seperti anak normal pada umumnya, mereka bahkan hingga menginjak usia sekarang belum bisa berbicara.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved