Pengembang Jabar Optimistis Bisa Bangun Ribuan Rumah bagi yang Berpenghasilan Rendah

Musda DPD Pengembang Indonesia (PI) Jabar berhasil memunculkan sejumlah isu penting menghadapi persaingan dan rencana bisnis PI pada 2020.

Pengembang Jabar Optimistis Bisa Bangun Ribuan Rumah bagi yang Berpenghasilan Rendah
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Suasana pelantikan pengurus Pengembang Indonesia DPD Jabar di Bandung, Selasa (29/10/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Musyawarah Daerah (Musda) DPD Pengembang Indonesia (PI) Jabar berhasil memunculkan sejumlah isu penting menghadapi persaingan dan rencana bisnis PI pada 2020.

Sejumlah isu yang digelontorkan antara lain adanya target membangun sebanyak 41.000 rumah bersubsidi pada 2020 serta perubahan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2PT) oleh dua bank nasional.

Menurut Ketua Umum DPP Pengembang Indonesia (PI), Barkah Hidayat, PI menargetkan pembangunan 41.000 rumah bersubsidi yang diiringi dengan skema bantuan rumah bersubsidi BP2PT yang selama ini kurang dilirik pengembang.

"Kami sudah memberikan masukan pada PUPR terkait penerapan skema tersebut," ujar Barkah dalam Musda DPD PI Jabar di Bandung, Selasa (29/10/2019).

Sebagai contoh perubahan skema pembiayaan, Barkah mengatakan bahwa selama ini pencairan bantuan uang muka perumahan program ini yang mencapai Rp 40 juta, sudah ditahan cukup lama.

Namun menurutnya, saat ini suda ada kepastian, bahwa dengan skema yang berbeda, uang muka bisa dicairkan dengan cepat.

"Kalau (pencairan bantuan uang muka) yang Rp 40 juta ditahan cukup lama, maka keuntungan kami sebagai pengembang bisa tergerus,” kata Barkah.

Selain itu, Barkah menekankan bahwa keterlambatan pemerintah menetapkan kuota rumah bersubdisi pada asosiasi membuat upaya pengurangan backlog pada tahun ini menjadi buntu.

Pihaknya terus berupaya memberikan data yang konkrit antara target dan capaian unit yang sudah dibangun anggotanya agar memperoleh kuota yang optimal.

Untuk itu, menurut Barkah, PI sudah meminta pada dua perbankan yakni BNI Syariah dan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memberikan kuota BP2PT masing-masing 15.000 unit dan 25.000 unit.

“Kami sudah menurunkan target usulan teman-teman yaitu 59.000 unit menjadi 41.000 unit, itu realistis. Tahun ini baru 20.000 unit, dan itu wajar karena masih baru,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD PI Jabar, Raihan Nuraditya, menyebutkan bahwa pihaknya optimistis target pendirian 9.000 unit rumah bisa tercapai. Hal ini mengingat backlog di Jabar masih tinggi.

"Fokus kami membangun rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah, Red), optimistis tercapai,” katanya.

Sejauh ini, menurut Raihan, anggota DPD PI Jabar masih fokus pada pasar Bandung Raya, namun pembangunan sejumlah unit juga disasar di wilayah Banjar dan Cianjur. (*)

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved