HEADLINE TRIBUN JABAR Hari Ini: Awas Penipuan CPNS! Kota Bandung dapat Kuota 868 Posisi

Pemerintah membuka kembali pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapat jatah formasi

HEADLINE TRIBUN JABAR Hari Ini: Awas Penipuan CPNS! Kota Bandung dapat Kuota 868 Posisi
ISTIMEWA
Pengumuman pembukaan pendaftaran CPNS Pemkot Bandung. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah membuka kembali pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapat jatah formasi untuk 868 posisi.

Dari jumlah itu, 70 persennya atau 602 posisi untuk formasi guru. Sisanya dibagi dua untuk formasi tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Formasi tenaga kesehatan mendapat 131 posisi, sementara tenaga teknis mendapat 135 posisi.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Bandung, Yayan Ahmad Briliyana, mengatakan, 2 persen dari jatah formasi (16 orang) disiapkan untuk diisi penyandang disabilitas. Selain itu, disediakan pula jalur khusus bagi lulusan terbaik (cumlaude) dari sejumlah universitas. Akses spesial juga diberikan kepada peserta diaspora (orang Indonesia yang sedang merantau dari luar negeri).

“Silakan ada kemudahan dapat prioritas, tapi tetap ada persyaratan dan seleksinya juga,” ujar Yayan saat ditemui dalam acara "Bandung Menjawab" di Taman Sejarah, Kota Bandung, Selasa (29/10).

Pendaftaran CPNS ini, kata Yayan, akan dilakukan serentak se-Indonesia mulai 11 November 2019. Pendaftaran dilakukan secara online di portal milik Badan Kepegawaian Negara (BKN), yakni di sscasn.bkn.go.id. Pada hari yang sama juga akan diumumkan detail formasi untuk lowongan CPNS di lingkungan Pemkot Bandung.

Yayan mengatakan, tes CPNS akan dilakukan pada Februari 2020. Pengumuman kelulusannya akan dilakukan pada bulan Mei 2020. Mengenai persyaratan, kata Yayan, para peminat bisa mengakses laman http://bkpp.bandung.go.id.

Tiga Tahap

Yayan mengingatkan agar para peserta tes CPNS nanti mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk memperhatikan kelengkapan administrasinya sebagai gerbang pertama mengikuti rangkaian seleksi.

“Seleksinya ada tiga tahap. Pertama, tahap administrasi. Kedua, tahap tes kompetensi dasar. Ketiga, tahap tes kompetensi bidang,” ujarnya.

Berkaca dari tahun lalu, kata Yayan, sekitar 5.000 pelamar justru gugur di seleksi persyaratan administrasi. Karena itu, dia menganjurkan agar masyarakat lebih teliti memperhatikan persyaratan administrasi, di antaranya yang paling sering keliru adalah soal kualifikasi jurusan atau fakultas serta transkrip nilai.

Halaman
123
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved