Jelang Kongres PSSI, Presenter Cantik Najwa Shihab Beri Masukan: Coret Nama-nama Bermasalah
Presenter Najwa Shihab memberikan pesannya jelang Kongres Pemilihan Komite Eksekutif PSSI, pada 2 November 2019.
TRIBUNCIREBON.COM - Presenter Najwa Shihab memberikan pesannya jelang Kongres Pemilihan Komite Eksekutif PSSI, pada 2 November 2019.
Hal itu disampaikan Najwa Shihab melalui akun Instagramnya, @najwashihab, Selasa (29/10/2019).
Dalam unggahannya, Najwa Shihab tampak menyindir sejumlah pengurus-pengurus yang bermasalah.
Najwa Shihab mengatakan perubahan dalam sepak bola Indonesia itu bisa dilakukan dengan cara memaksa para pemilik suara di Kongres PSSI untuk mencoret nama-nama yang bermasalah.
"Atas nama rivalitas tanpa batas suporter diadu domba setiap hari. Saat kalah sibuk mengklaim korban konspirasi, tapi happy-happy saat tim sendiri dapat penalti," kata Najwa Shihab melalui tayangan video yang diunggahnya.
"Para pengurus PSSI adalah cermin retak wajah kita sendiri. Satu-satunya cara adalah memaksa para pemilik suara agar mencoret nama-nama bermasalah yang itu-itu juga," ujar dia menambahkan.
Lebih lanjut, Najwa Shihab meminta agar para suporter mendesak kepada pengurus klub untuk memilih dengan mandiri dan sesuai hati nurani.
"Saatnya suporter mendesak para pengurus klubnya sendiri untuk memilih dengan mandiri sesuai hati nurani agar kongres tak jadi ajang pesta pora menukar suara dengan uang sekian juta," beber Najwa Shihab.
Menurutnya, permasalahan tidak hanya dilakukan oleh pengurus pusat PSSI di Jakarta tetapi juga di setiap kota.
"Saatnya berbenah dari masing-masing kesebelasan. Mengawal agenda perubahan dari tribun masing-masing meneriaki pengurus klub hingga kupingnya berdenging, karena yang buruk tidak hanya pengurus pusat di Jakarta tapi para aparat mencoreng sejatinya ada di setiap kota," tegas Najwa Shihab.
"#CatatanNajwa Pesan Cinta Untuk PSSI
Jangan kaget kalau calon pengurus PSSI didominasi orang-orang lama yang mau balik lagi. Hanya sistem yang sudah apkiran, yang memungkinkan orang-orang dengan catatan kegagalan, bisa kembali masuk kepengurusan. #PSSIBisaApa?," tulis Najwa Shihab.
Polemik Jadwal Kongres PSSI
Sementara itu dikutip dari BolaSport.com, PSSI berencana menggelar Kongres Pemilihan Komite Eksekutif PSSI pada 2 November 2019.
Hal itu berdasarkan keputusan yang dihasilkan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) pada 27 Juli 2019 di Ancol, Jakarta Utara.
Padahal awalnya Kongres Pemilihan Komite Eksekutif PSSI akan diselenggarakan pada Januari 2020, namun dipercepat sesuai keinginan voters di KLB.
"Ada (voters) yang berharap (pemilihan) dipercepat. Untuk menghindarkan perpecahan kami percepat menjadi November 2019," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto.
"Kami secepatnya akan berkirim surat ke FIFA," ujar Iwan menambahkan.

Namun, Organisasi sepak bola dunia (FIFA) tak memberi restu kepada PSSI untuk menggelar kongres pada November 2019.
Calon Ketua Umum PSSI Vijaya Fitriyasa, dan Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal juga sudah mendatangi Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).
Kedatangan mereka untuk memberikan laporan kepada Menpora, Zainudin Amali.
Vijaya dan Refrizal menyampaikan polemik terkait majunya jadwal Kongres PSSI yang dinilai tidak seusai arahan FIFA.
FIFA selaku otoritas tertinggi sepak bola dunia, meminta kongres digelar pada Januari 2020.
Sebelumnya, satu di antara Calon Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, juga tidak menyetujui Kongres PSSI digelar pada 2 November mendatang karena bertentangan dengan FIFA.
Berangkat dari kejadian itu, Vijaya dan Refrizal menghadap Zainudin Amali.
“Pak La Nyalla sudah buat statement beliau menolak ikut Kongres 2 November, menarik dirilah dari Kongres 2 November karena dianggap tidak sesuai dengan arahan FIFA yang menginginkan Januari (2020)," ucap Vijaya.
Hingga saat ini, kata Vijaya, PSSI belum mendapatkan persetujuan dari FIFA untuk menggelar kongres pada 2 November 2019.
"Tidak ada latter head atas kesetujuan FIFA itu, hanya reply emailnya Ratu Tisha (Sekjen PSSI)," kata dia.
"Bahwa FIFA akan mengirim observer tapi sekaligus mempertanyakan legitimasi voter-nya, karena kan kompetisi masih berlansung. Ini voternya yang mana, FIFA menayakan," ujar dia.
Vijaya pun menilai keputusan La Nyalla sudah tepat. Sebab, Kongres PSSI pada 2 November mendatang tidak legitimate.
• SAKSIKAN ILC Malam Ini Tema Kabinet Indonesia Maju: Yang Menangis & Yang Tertawa, Bakal Seru Loh!
• Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Menpora Zainudin Amali Minta Mental Suporter Segera Diubah
• Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Luis Milla Ikut Bahagia, Singkirkan Brasil dan Peru
"Saya pribadi takut beliau menggugat hasil ini, kalau ini terjadi saya khawatir penujukkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 itu bisa dicabut oleh FIFA kalau Kongres nanti kisruh," tutur Vijaya.
Vijaya juga berharap Zainudin Amali bisa menjadi penengah antara dua perbedaan waktu penyelenggaraan Kongres PSSI.
Untuk itu, ia juga berharap agar semua pihak menarik diri dan membicarakan secara bersama.
“Kami ketemu Menpora minta supaya Menpora ini memfasilitasi pihak-pihak yang bersiteru soal jadwal kongres ini," kata dia.
"Saya maunya kami ambil jalan tengahlah, win-win solution. Masing-masing pihak menahan diri, kami semua pihak itu mengesampingkan ego masing-masing dan kami bicara untuk kepentingan nasional," ucap Vijaya.
"Ini ada momentum Piala Dunia U-20 di 2021, dan kami harus menyelamatkan itu. Jangan sampai gara-gara PSSI kisruh, kemudian batal," pungkas dia. (*)