Profil

MEMBONGKAR Sosok Sebenarnya Razif Halik Uno, Ayah Sandiaga Uno, Benar-benar Bukan Orang Sembarangan

Namun, apakah Anda tahu siapa ayah Sandiaga Uno? Dialah Razif Halik Uno yang kerap disapa Henk Uno.

Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Fauzie Pradita Abbas
kolase
Henk Uno dan Sandiaga Uno 

"Pak Henk menjadi contoh orang yang berhasil berkat kontrol diri dan dukungan hebat keluarga," kata Dokter Nova saat itu.

Keluarga Henk Uno bahkan sempat mendapatkan penghargaan dari RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, pada 2016.

Sandiaga Uno mewakili Henk Uno menerima penghargaan dari RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdja.
Sandiaga Uno mewakili Henk Uno menerima penghargaan dari RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdja. (Tribunnews)

Penghargaan ini berkaitan peran besar keluarga Henk Uno dalam upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa.

Saat menerima penghargaan itu, Henk Uno diwakili oleh Sandiaga Uno.

Tak hanya memiliki jejak hidup yang gemilang, Henk Uno pun terkenal di daerah asalnya.

Jejak keluarga pria kelahiran Gorontalo, 1 Maret 1936 ini ternyata bukan orang sembarangan.

Ayahnya bernama Abdul Uno, yang merupakan politikus pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Hal ini sempat diceritakan Henk Uno, seperti yang diberitakan Warta Kota.

Abdul Uno ternyata pendiri sebuah partai politik di Gorontalo, yakni Gerakan Kebangsaan Indonesia atau Gerkindo.

Partai itu didirikan saat tanah air baru saja merdeka.

Namun, usianya yang sudah tua membuatnya tak aktif hingga pensiun.

Partai Gerkindo kemudian melebur ke Partai Nasionalis Indonesia (PNI), yang merupakan cikal bakal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.

"Jadi Beliau (Abdul Uno) itu bikin partai politik yang akhirnya jadi PNI dan sekarang jadi PDI Perjuangan," Ujar Henk Uno.

Melansir dari Tribun Timur, Abdul Uno sempat bekerja sebagai karyawan kehutanan pada masa kolonial Belanda.

Ternyata keluarga Uno ini memiliki garis keturunan deretan raja yang pernah memimpin Kerajaan Gorontalo.

Leluhurnya bahkan dikenal sebagai keluarga yang memiliki julukan Ta lo Kabulu.

Julukan tersebut artinya orang yang selalu dikabulkan doanya.

Terkait mujarabnya doa Ta lo Kabulu, satu di antaranya cerita tentang proses pencarian emas di Sumalata yang berjalan mudah.

Pencairan emas itu disebut dilakukan oleh sebuah perusahaan besar.

 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved