BAN Sekolah/Madrasah Jabar Ajak Asesor dan Sekolah Bangun Integritas

Sambut dan jamu asesor dengan sederhana, sepantasnya, tidak harus mengorbankan banyak hal apalagi membebani sekolah

BAN Sekolah/Madrasah Jabar Ajak Asesor dan Sekolah Bangun Integritas
Istimewa
Pembina BAN SM Jabar, Ketua BAN SM Jabar dan pengurus lainnya seusai kegiatan. 

BANDUNG BARAT - Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Jawa Barat, Prof. Udin Syaefudin Sa’ud meminta Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, asesor dan sekolah yang terlibat dalam proses tahapan akreditasi (visitasi ke sekolah), untuk bersama-sama menjalankan kegiatan sesuai dengan pedoman dan normat-etika yang telah ditetapkan.

"Insya Allah Senin 28 Oktober besok akan ada tahapan visitasi lagi ke sekolah. Mari bersama bangun integritas dalam proses akreditasi. Sosialisasi telah dilakukan dengan rutin, terang dan jelas kepada para asesor bahwa dalam menjalankan tugas harus bersikap profesional dan menjalankan kode etik. Demikian juga kepada pihak sekolah untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma dan etika akreditasi," tegas Prof. Udin dalam keterangan persnya, Minggu (27/10).

Tujuh Ruang Kelas SMPN 2 Plumbon Cirebon Disegel Kayu Meski Tidak Ambruk, Ini Alasannya

Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tersebut menegaskan bahwa penerimaan asesor di kabupaten/kota tidak perlu dilakukan. Selain tidak ada dalam Prosedur Operasional Standar (POS) akreditasi, temu awal dapat dilakukan di sekolah yang akan divisitasi dengan sederhana sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

"Kami pun telah menyampaikan surat edaran resminya nomor 529 tanggal 25 Oktober 2019 kemarin bahwa tidak perlu di kabupaten kota, tapi langsung saja di sekolah," tegasnya.

Surat ini disampaikan karena masih ditemukannya hal-hal yang dikhawatirkan membebani sekolah dan melanggar norma dan etika.

BAN SM Jabar, lanjut Prof. Udin,  meminta agar surat tersebut diindahkan demi hasil akreditasi yang objektif dan prosesnya yang berintegritas.

“Sambut dan jamu asesor dengan sederhana, sepantasnya, tidak harus mengorbankan banyak hal apalagi membebani sekolah. Kami ingin kegiatan akreditasi dilakukan dengan riang gembira, benar-benar dapat mengukur mutu pendidikan yang telah tercapai, kemudian menjadi rekomendasi untuk perbaikan ke depannya," tandasnya.

Prabowo Jadi Menhan, Pengamat AS: Mengecewakan Lihat Prabowo Kembali Punya Kekuatan di Pemerintahan

Sebut Pengangkatan Wamen Tak Sah, Cuitan Fahri Hamzah Disentil Mahfud MD, Lihat Reaksi Fahri

Komitmen BAN S/M Jabar untuk menegakkan etika adalah bagian dari menjalankan arahan dari BAN SM Pusat dan komitmen internal untuk membangun pendidikan di Jabar yang berkualitas.

“BAN SM Jabar juga telah menyampaikan surat resmi pada tanggal 9 Agustus 2019 tentang norma dan etika asesor untuk dipatuhi para asesor. Antara lain memberikan janji bahwa sekolah mendapatkan nilai tertentu, meminta atau menerima uang, barang atau jasa dari sekolah, bersikap sombong dan mengintimidasi, berprilaku tidak sopan, memberitahukan sekolah tentang nilai hasil visitasi,” jelasnya.

Pihak sekolah, lanjut Prof Udin, tidak harus menyiapkan hotel, urunan untuk berbagai biaya yang tidak ada dalam aturan.

“Pastikan asesor sampai ke sekolah tepat waktu. Jika pun asesor kesulitan untuk sampai ke lokasi, mohon dipandu oleh pihak sekolah dan disiapkan penginapan misalnya di rumah kepala sekolah atau di asrama bila sekolah berasrama. Kalau lokasinya ke pelosok, silahkan berkoordinasi untuk dijemput, misalnya menggunakan motor atau kendaraan yang pas. Kami juga mengimbau agar tidak perlu juga dalam penyambutan harus ada upacara kesenian dan kalungan bunga. Sekolah hendaknya lebih ke substansi visitasi dan menyiapkan data yang dibutuhkan dalam proses visitasi tersebut sebagai dokumen pendukung yang terlebih dahulu telah diisikan dalam Data Isian Akreditasi (DIA) oleh pihak sekolah,” jelasnya. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved