Digelarnya Festival Tanah Air 2019, Bupati: Majalengka Siap Jadi Kabupaten Kreatif Seni Pertunjukan

Bupati juga berharap, ke depannya acara yang sudah digelar dalam 6 tahun berturut-turut itu terus dilaksanakan.

Salah satu jalan yang berada di pinggir Bendung Rentang, dipadati oleh ribuan penari baik dari kalangan pelajar, Muspika Kecamatan Jatitujuh, Ibu-ibu PKK, komunitas dan masyarakat umum.

Bahkan, Bupati Majalengka, Karna Sobahi sekaligus membuka acara yang digelar selama 4 hari itu, ikut serta dalam menari tarian Belentung itu.

Menurut pelatih tari Belentung, Oki Sandy mengatakan, tari Belentung memiliki 14 gerakan.

Ia menjelaskan dari 14 gerakan itu, di setiap gerakannya memiliki makna yang terkandung di dalamnya.

"Ada 14 gerakan dalam tarian Belentung ini, yaitu sembah puter eyeg-eyeg (doa pembuka), Merekeh Heum-Heuk (membuka mata), Mincid Aclek (perjalanan), Gibas-gibas (menampakkan diri), Tumpang Acer (Bergembira)," ujar OKI saat ditemui di lokasi, Jumat (25/10/2019).

 DAFTAR Kekayaan Menteri Kabinet Indonesia Maju Bentukan Jokowi, Prabowo Paling Kaya Raya

 BONGKAR Fakta Nella Kharisma, Ternyata Punya Kakak Perempuan yang Tak Kalah Cantiknya, Intip Fotonya

Lanjut Oki menyampaikan, selanjutnya Igel Putar (putaran suka cita), Sabet Guar (gembira berlimpahnya air dan makanan), Ngalageday (mencumbu alam), Rengkuh Godeg Dzikir (puncak ekspresi rasa syukur).

Acred Acleg (melompat gembira), Putar Bahu Mundur Aclog (puncak kegembiraan), Tali Ngojay (berenang di air sawah), Mincid Aclek (perjalanan) dan terakhir Sidakep Nutup (hormat penutup).

"Dari 14 gerakan itu, dibagi dua masing-masing 7 gerakan memiliki makna kemanusiaan, dan 7 gerakan lainnya memiliki nilai ketuhanan. Hablu mina Allah dan Hablu minanas," ucap dia.

OKI juga menjelaskan Tari Belentung lahir sebagai refleksi dari kondisi alam yang terjadi saat ini, di daerah agraris, khususnya Jatitujuh.

"Tari Belentung itu awal kelahirannya sebagai refleksi mutakhir kami terhadap tanah dan sawah yang semakin hari, semakin habis," kata Ojo yang juga sebagai pencetus Tari Belentung.

 Curiga Sang Istri Tak Pulang Dua Minggu, Suami Sah Pergoki Istri Berzina Dengan Pria Lain di Hotel

 Suami Pergoki Istri Sah Berzina dengan Pria Lain, Si Pria Kaget, Istri Langsung Lari ke Kamar Mandi

Embrio kelahiran Tari Belentung sendiri, muncul pada tahun lalu. Saat itu, jelas Oki, sempat ada pembicaraan antar seniman teater di Cirebon, yang didalamnya membahas tarian lokal.

"Dari sana, munculah ide Tari Belentung. Kemudian diobolan dengan teman-teman di sini, lalu lahirlah gerakannya yang seperti itu," jelasnya.

Berbicara tentang Belentung yang merupakan hewa sawah, Oki menjelaskan, kehadiran Tari Belentung tidak sekadar untuk romantisme belaka, mengenang masa-masa lalu ketika masih sangat mudah mendengar suara hewan yang dalam bahasa Indonesia disebut Katak itu.

"Tidak sekadar romantisme, tapi juga utopis. Kebahagiaan para petani. Tari Belentung riang gembira. Sebagaimana para petani yang bergembira, sehingga ekosistem terjaga," papar Oki.

"Mudah-mudahan jadi pengingat, media mengingatkan kita, apalah artinya pembangunan jika tidak berpihak kepada alam dan lingkungan," ujarnya.

Sementara menurut salah satu penari asal Leuwimunding, Puja Risma (15) tarian Belentung dapat membuat dirinya senang.

Bahkan, katanya, dari awal gerakan hingga selesai tidak da kesulitan dalam membawakan tarian tersebut.

"Tidak ada sih, happy-happy saja. Justru saya sendiri dengan mudah melakukannya padahal hanya dalam waktu seminggu saya mulai latihannya," ucap Puja.

Hal senada juga disampaikan oleh Yanti (42) salah satu perwakilan dari kalangan Ibu-Ibu PKK.

Dirinya menyampaikan, bahwa dalam keikutsertaannya dalam menari tarian Belentung ini mudah untuk diikuti oleh semua kalangan.

Sebab, menurutnya, gerakan-gerakan yang diterapkan dalam tarian itu mudah dilakukan.

"Bisa dong, malahan saya mau nari lagi. Saya juga senang bisa ambil bagian dalam menari tarian Belentung ini, ya semoga tahun depan bisa ada lagi event seperti ini," kata Yanti.

Ribuan orang membawakan tari Belentung, tarian khas Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, di Bendung Rentang, Jumat (25/10/2019).
Ribuan orang membawakan tari Belentung, tarian khas Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, di Bendung Rentang, Jumat (25/10/2019). (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

Sementara, selain ribuan penari memadati Bendung Rentang tersebut, tampak ratusan warga sekitar juga memadati area sekitar lokasi.

Mereka juga sangat antusias dengan pagelaran event yang sudah diselenggarakan di tahun ke-6 tersebut.

"Saya baru tahu tadi di kasih tahu teman bahwa ada pentas Tari yang bakal diikuti oleh 1000 penari. Makanya, saya beserta istri langsung datang ke sini. Saya belum tahu sih Tari Belentung, tapi pihak panitia sudah menyiapkan banner penjelasan tarian tersebut, makanya saya sedikit paham sekarang," ujar Nunu, warga asal Majalengka Kota tersebut.

Ia juga berharap, sebagai warga asli Majalengka, kegiatan ini dapat terus diagendakan untuk kemajuan di sektor pariwisata dan budaya Kabupaten Majalengka. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved