Tari Belentung, Tarian Riang Khas Desa Jatitujuh Majalengka, Dibawakan Ribuan Orang Termasuk Bupati

tari Belentung memiliki 14 gerakan.Ia menjelaskan dari 14 gerakan itu, di setiap gerakannya memiliki makna yang terkandung di dalamnya.

Tari Belentung, Tarian Riang Khas Desa Jatitujuh Majalengka, Dibawakan Ribuan Orang Termasuk Bupati
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Ribuan orang membawakan tari Belentung, tarian khas Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, di Bendung Rentang, Jumat (25/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Tarian Belentung, tarian khas daerah Jatitujuh, dibawakan oleh ribuan orang termasuk anak-anak saat pembukaan Festival Tanah Air ke-6 di Bendung Rentang, Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jumat (25/10/2019).

Tari yang memiliki 14 gerakan itu menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian festival. 

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, ribuan orang dari anak-anak hingga dewasa tampak antusias dalam mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh beberapa instruktur tersebut.

Salah satu jalan yang berada di pinggir Bendung Rentang, dipadati oleh ribuan penari baik dari kalangan pelajar, Muspika Kecamatan Jatitujuh, Ibu-ibu PKK, komunitas dan masyarakat umum.

Bahkan, Bupati Majalengka, Karna Sobahi sekaligus membuka acara yang digelar selama 4 hari itu, ikut serta dalam menari tarian Belentung itu.

Menurut pelatih tari Belentung, Oki Sandy mengatakan, tari Belentung memiliki 14 gerakan.

Ia menjelaskan dari 14 gerakan itu, di setiap gerakannya memiliki makna yang terkandung di dalamnya.

"Ada 14 gerakan dalam tarian Belentung ini, yaitu sembah puter eyeg-eyeg (doa pembuka), Merekeh Heum-Heuk (membuka mata), Mincid Aclek (perjalanan), Gibas-gibas (menampakkan diri), Tumpang Acer (Bergembira)," ujar OKI saat ditemui di lokasi, Jumat (25/10/2019).

DAFTAR Kekayaan Menteri Kabinet Indonesia Maju Bentukan Jokowi, Prabowo Paling Kaya Raya

BONGKAR Fakta Nella Kharisma, Ternyata Punya Kakak Perempuan yang Tak Kalah Cantiknya, Intip Fotonya

Lanjut Oki menyampaikan, selanjutnya Igel Putar (putaran suka cita), Sabet Guar (gembira berlimpahnya air dan makanan), Ngalageday (mencumbu alam), Rengkuh Godeg Dzikir (puncak ekspresi rasa syukur).

Halaman
123
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved