Polisi Tangkap Pengedar Tembakau Gorila di Belakang Masjid Kalitanjung Kota Cirebon

Petugas kepolisian berhasil menangkap pengedar tembakau gorila atau ganja sintetis.

Polisi Tangkap Pengedar Tembakau Gorila di Belakang Masjid Kalitanjung Kota Cirebon
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kasat Narkoba Polres Cirebon Kota, AKP Yaser Arafat, menunjukkan barang bukti yang disita dari W dalam konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jl Veteran, Kota Cirebon, Jumat (25/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Petugas kepolisian berhasil menangkap pengedar tembakau gorila atau ganja sintetis.

Tersangka berinisial W (21) itu diamankan di belakang kompleks masjid di Kalitanjung, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Mbak You Sebut Bakal Ada Pejabat Terjerat Narkoba & Bakal Ada Artis Lagi, Inisial G dan A

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy, mengatakan, W merupakan warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

"Selain tembakau gorila, tersangka juga mengedarkan sabu-sabu," kata Roland Ronaldy saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jl Veteran, Kota Cirebon, Jumat (25/10/2019).

Ia mengatakan, sedikitnya ada satu paket tembakau gorila seberat 0,7 gram yang diamankan dari W.

Curiga Sang Istri Tak Pulang Dua Minggu, Suami Sah Pergoki Istri Berzina Dengan Pria Lain di Hotel

Sementara sabu-sabu yang diamankan ada tiga paket kecil dan total beratnya mencapai 3,01 gram.

Menurut dia, saat ditangkap seluruh barang bukti itu disimpan W dalam saku celana yang dikenakannya.

"Sudah diamankan semuanya, sekarang masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Roland Ronaldy.

Demi Punya Uang Untuk Makan, Residivis Kasus Narkoba Ini Nekat Edarkan Sabu, Begini Pengakuannya

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Permenkes Nomor 20 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Jenis Narkotika juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Roland mengatakan, W diancam hukuman maksimal seumur hidup dan minimal 20 tahun serta denda paling banyak Rp 10 miliar.

Sementara W sendiri mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari akun jual beli di media sosial Facebook.

Kejari Dalami Keterlibatan Mantan Anggota DPRD Pada Kasus Penyalahgunaan Ekskavator di Cirebon

"Dijualnya ke orang-orang dekat saja, iseng cari tambahan buat makan," kata W.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved