Penjual Obat Golongan G Ilegal Ditangkap Polres Cirebon Kota, Sehari Untung Rp 50 Ribu - Rp 100 Ribu

Penjual Obat Golongan G Ilegal Ditangkap Polres Cirebon Kota, Sehari Untung Rp 50 Ribu - Rp 100 Ribu

Penjual Obat Golongan G Ilegal Ditangkap Polres Cirebon Kota, Sehari Untung Rp 50 Ribu - Rp 100 Ribu
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy, beserta jajarannya saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jl Veteran, Kota Cirebon, Jumat (25/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota meringkus penjual obat golongan G tanpa izin edar resmi.

Pelaku yang berinisial A warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, itu diamankan di rumah kosong dekat kediamannya.

Menurut Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy, A diciduk saat akan mengedarkan obat keras tersebut.

Polisi Tangkap Pengedar Tembakau Gorila di Belakang Masjid Kalitanjung Kota Cirebon

"Ada beberapa jenis obat golongan G yang diedarkan tersangka, dari mulai trihex, tramadol, trihex double LL, dan dekstro," ujar Roland Ronaldy saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jl Veteran, Kota Cirebon, Jumat (25/10/2019).

Ia mengatakan, totalnya ada 1181 butir obat golongan G yang berhasil diamankan dari tangan A.

Di antaranya, 592 butir dekstro, 182 butir tramadol, 217 butir trihex, dan 192 butir lainnya merupakan jenis trihex double LL.

Curiga Sang Istri Tak Pulang Dua Minggu, Suami Sah Pergoki Istri Berzina Dengan Pria Lain di Hotel

Selain itu, pihaknya juga mengamankan tas kecil milik A dan uang tunai Rp 178 ribu yang diduga hasil penjualan obat-obatan itu.

"Obat golongan G ini masuk kategori obat keras sehingga tidak bisa dijual sembarangan," kata Roland Ronaldy.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan sementara obat-obatan itu dipasok dari Jakarta.

Ia mengatakan, A biasa memesan obat tersebut melalui pembelian online kemudian dikirim ke alamatnya atau dijemput langsung ke Ibu Kota.

Mbak You Sebut Bakal Ada Pejabat Terjerat Narkoba & Bakal Ada Artis Lagi, Inisial G dan A

"Tersangka dijerat Pasal 196 juncto Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 1,5 miliar," ujar Roland Ronaldy.

Dalam kesempatan itu, A yang mengenakan kaus oranye tampak hanya tertunduk lesu dan irit bicara.

"Saya jual random ke siapa saja yang ingin beli. Sehari untungnya dari Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu," kata A.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved