Buron 3 Tahun, Ternyata Begini Cara Tersangka Kasus Korupsi Rp 8 Miliar Itu Mengelabui Petugas

Tersangka kasus korupsi senilai Rp 8 miliar, Dandi Prio Anggono (36) sempat melarikan diri selama 3 tahun sejak 2016.

Buron 3 Tahun, Ternyata Begini Cara Tersangka Kasus Korupsi Rp 8 Miliar Itu Mengelabui Petugas
Istimewa
Wakil Kepala Kejati Kaltim, Sarjono Turin didampingi Kajari Bontang Agus Kurniawan saat memberi keterangan pers di Kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim di Samarinda, Kamis (24/10/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - Tersangka kasus korupsi senilai Rp 8 miliar, Dandi Prio Anggono (36) sempat melarikan diri selama 3 tahun sejak 2016.

Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa Pemkot Bontang ini kabur dari Kota Bontang Kalimantan Timur saat kasusnya disidik Kejaksaan Negeri Bontang.

Keberadaannya terakhir dideteksi di daerah Madiun, Jawa Timur. Wakil Kepala Kejati Kaltim Sarjono Turin mengatakan, pada Rabu (23/10/2019) dini hari, tim penyidik Kejari Bontang mendapat informasi dari Kejari Madiun terkait keberadaan Dandi.

Setelah melaporkan ke Kejari Bontang, tim penyidik Kejari Madiun dibantu Polres Madiun bergerak membekuk Dandi. Dandi langsung diamankan di Polres Madiun. Tim penyidik dari Bontang sudah berangkat ke Madiun menjemput tersangka pada Kamis (24/10/2019).

"Selama pelariannya, tersangka menghilangkan jejak dengan mengubah identitas diri. Mengganti nama, sehingga Kejari Bontang sempat kesulitan menelusurinya," ujar Turin saat memberi keterangan pers di Kantor Kejari Kaltim di Samarinda, Kamis (24/10/2019).

 Siap-siap Tonton TV ONLINE Live Streaming French Open, Petang Ini, Jonatan Christie Main Pertama

Kepala Kejari Bontang Agus Kurniawan menambahkan, selama pelarian, Dandi mengganti nama dengan Deni Priyono. Bahkan, Dandi memiliki empat identitas dengan nama dan alamat berbeda.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, selama 2 tahun Dandi menetap di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Selanjutnya, dia hijrah ke Madiun hingga akhirnya ditangkap.

Selama menghilang, Dandi bekerja serabutan. Dia sempat menjadi tukang ojek online. Saat ditangkap, dia menetap di sebuah kontrakan bersama istri.

Dandi tersangkut kasus korupsi saat menjabat sebagai Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Jasa Kota Bontang.

 Tak Menang di 5 Laga Terakhir, Bonek Tuntut Wolfgang Pikal Mundur dari Kursi Pelatih Persebaya

Dandi membuat empat anak perusahaan fiktif. Keempat anak perusahaan itu sebagai modus korupsi. Empat anak perusahaan bergerak di bidang periklanan, bahan bakar, badan usaha keuangan dan sewa kapal.

Pemkot Kota Bontang mengalokasikan dana sekitar senilai Rp 17,2 miliar pada tahun anggaran 2014-2015, ke empat anak perusahaan fiktif yang dipimpin Dandi. Hasil audit BPK menemukan ada indikasi kerugian negara Rp 8 miliar yang tak dibisa dipertanggungjawabkan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kabur dan Sempat Menyamar, Tersangka Korupsi Rp 8 Miliar di Kaltim Ditangkap di Madiun"

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved