Merasakan Akhir-akhir Ini Angin di Wilayah III Cirebon Kencang? Ternyata Ini Kata BMKG Kertajati

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati Kabupaten Majalengka memprediksi kecepatan angin di Wilayah III Cirebon

Merasakan Akhir-akhir Ini Angin di Wilayah III Cirebon Kencang? Ternyata Ini Kata BMKG Kertajati
shutterstock
Angin kencang menerpa dahan pohon kelapa. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati Kabupaten Majalengka memprediksi kecepatan angin di Wilayah III Cirebon mengalami peningkatan.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Kertajati Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Iziyn, memperkirakan potensi peningkatan kecepatan angin itu berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Menurut dia, peningkatan kecepatan angin itu diakibatkan adanya arus Jetstream pada lapisan atas antar tropis dari ketinggian 1000 - 1500 meter dari permukaan laut (mdpl).

Selain itu, didukung oleh faktor lokal yakni pemanasan yang kuat atau kerapatan udara yang rendah di wilayah tersebut.

"Hal itu menyebabkan potensi terjadinya peningkatkan kecepatan angin," kata Ahmad Faa Iziyn saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Selasa (22/10/2019).

Ia mengatakan, meningkatnya kecepatan angin lebih dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, khususnya Majalengka bagian selatan dan Kuningan.

Pasalnya, angin lapisan troposfer bawah yang kuat bisa menguatkan respon sirkulasi lokal.

"Berdasarkan hasil pengamatan kami, mencatat angin umumnya dari arah Timur hingga Tenggara dan kecepatan maksimumnya mencapai 50 km perjam," ujar Ahmad Faa Iziyn.

YUK Cek Ramalan Cuaca dari BMKG untuk Wilayah III Cirebon atau Ciayumajakuning Hari Ini 22 Oktober

Ada Angin Puting Beliung di Majalengka, Bangunan Gedung SD Tejamulya II Rusak

Angin Kencang di Pangalengan, Ratusan Rumah Tumbang, Ribuan Rumah Warga Rusak

Namun, pihaknya memperkirakan kondisi peningkatan kecepatan angin dapat mencapai nilai maksimum hingga 60 km per jam dan akan berlangsung hingga 2 - 3 hari ke depan.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan angin kencang.

"Dari mulai debu, pohon tumbang, dan menerbangkan material ringan," kata Ahmad Faa Iziyn. (*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved