Breaking News:

Video Mesum Dosen dan Mahasiswi

Isi Percakapan Dosen dan Mahasiswi di Kota B, Pemeran Cewek Bicara Pakai Bahasa Sunda

Kemunculan video porno di media sosial twitter tersebut membuat netizen kaget.

Istimewa
Adegan hubungan badan disinyalir dosen dan mahasiswi 

TRIBUNCIREBON.COM - Sebuah tayangan video panas yang menayangkan adegan hubungan badan membuat heboh jagat media sosial, Senin (21/10/2019).

//

Kemunculan video porno di media sosial twitter tersebut membuat netizen kaget.

Adapun video porno tersebut diduga direkam di daerah Jawa Barat.

Selain itu, video porno berdurasi 2 menit 19 detik itu pertama kali tersebar luas di twitter sejak Minggu (20/10/2019).

Dalam keterangan akun yang menyebarkan video tersebut, dituliskan bahwa pemeran cewek dalam video tersebut merupakan seorang mahasiswi, dan pemeran prianya adalah seorang dosen.

"Mahasiswi sama dosen cabul dari kota 'b'," tulis akun medsos di twitter, Minggu (20/10/2019).

Adegan hubungan badan disinyalir dosen dan mahasiswi
Adegan hubungan badan disinyalir dosen dan mahasiswi (Istimewa)

Sementara itu, adegan hubungan badan itu disinyalir direkam di sebuah penginapan di daerah Jawa Barat.

Tampak pada kamar saat keduanya melakukan hubungan badan, terdapat lukisan bangunan Gedung Sate menempel pada dinding di atas tempat tidur.

 Ayah Perkosa Anak Kandung Tiga Kali Seminggu, Anak Perempuannya Kini Sudah Melahirkan 7 Anak

 FOTO Terbaru Nia Ramadhani Curi Perhatian, Pakai Bikini Hitam, Bagian Dada Jadi Perbincangan Panas

 Tanda-tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Sering Diabaikan, Jangan Sampai Anda Terkena Diabetes

Tak hanya itu, pemeran perempuan itu terdengar berbicara menggunakan bahasa Sunda saat ber hubungan badan.

Meski begitu, belum diketahui pasti lokasi adegan hubungan badan mahasiswi dan dosen tersebut dilakukan dimana.

Ditindaklanjuti

Penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar menindaklanjuti kasus video berisi seorang perempuan dan laki-laki sedang berhubungan intim.

Adapun video porno itu kemudian viral sejak Senin (21/10/2019).

Video itu identik dengan Jawa Barat karena kamar hotel tempat mereka berhubungan intim, terdapat lukisan sketsa Gedung Sate.

Kemudian, pemeran perempuan sempat berujar 'pikasebeleun' atau menyebalkan dalam Bahasa Sunda.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa penyelidikan berkaitan dengan laporan pihak-pihak tertentu.

 Geger Video Mesum, Diduga Diperankan Mahasiswi Cantik Bandung dan Dosen, Ngobrol Pakai Bahasa Sunda

"Namun bila itu sudah viral, kami lakukan penyelidikan. Penyelidikan yang pertama proses pembuatannya. Dalam proses pembuatannya dan pemerannya. Kemudian aspek kedua penyebaran," ujar Trunoyudo di Jalan Sulanjana, Kota Bandung Selasa (21/10/2019).

Video porno itu, kata dia, berkaitan dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena ada unsur penyebaran konten melanggar asusila. Kemudian berkaitan dengan Undang-undang Pornografi karena ada unsur perbuatan memproduksi video porno.

"Penyebaran konten asusila terkait UU ITE dan produksi konten porno berkaitan UU Pornografi. Jadi masih menunggu hasil penyelidikan dari Ditreskrimsus ya karena terkait UU ITE dan UU Pornografi," kata Truno.

Kata dia, tim penyelidik Ditreskrimsus Polda Jabar sudah diturunkan untuk mendalami pihak penyebaran video tersebut.

"Tentu tim kalau dengan adanya hal yang dapat menimbulkan gangguan, akan lakukan penyelidikan bila mengganggu kamtibmas dan melanggar undang-undang‎," ujar dia.

 Video Mesum Kota B Diduga Diperankan Dosen dan Mahasiswa, Ada Sketsa Gedung Sate di Video

Video mesum Kota B viral

Sebelumnya diberitakan sebuah video mesum yang bikin geger warganet di Twitter.

Video mesum ini disebut-sebut direkam di Bandung.

Pasalnya, dalam video mesum tersebut, wanita cantik dan pria baruh baya berkacamata beradegan ranjang di kamar yang terdapat lukisan sketsa Gedung Sate.

Kemudian, pemeran perempuannya pun mengucapkan kalimat dalam Bahasa Sunda.

Pada detik ke-26 hingga detik ke-57, pasangan ini memang terdengar berbincang.

Di menit 56, si perempuan terdengar berbicara dalam Bahasa Sunda.

Terdengar kata "sugan" dan "pikasebeleun" yang terlontar dari mulut pemeran video mesum tersebut selama beradegan ranjang.

Warganet di Twitter menyebut video mesum berdurasi 2,20 menit itu diperankan oleh mahasiswi cantik dan dosen dari Kota B.

Tak sedikit warganet yang menyebut Kota B adalah Bandung.

Disebut-sebut video tersebut juga diperankan oleh mahasiswi dan dosen di sebuah kampus di Bandung.

"(VIRAL) Mahasiswi sama dosen cabul dari Kota B. Selama ada duit apapun bisa kalian lakukan,- dosencabul2019'. Bantu retweet yuk biar makin viral," tulis akun Twitter yang mengunggah video mesum itu.

Ilustrasi video mesum. (Tribunnews.com)
Sepanjang video berlangsung, pasangan ini tak melihat ke arah kamera.

Gambar kamera yang merekam adegan ranjang itu juga tak bergerak sama sekali.

Diduga, kamera disimpan di meja atau bidang datar lainnya lalu diarahkan ke tempat adegan ranjang berlangsung.

Saking hebohnya, video mesum itu sudah di-retweet sebanyak 1.100 kali.

 Video Mesum Diduga Dosen Lawan Mahasiswi di Bandung, Detik 56 Ngobrol Bahasa Sunda, Polisi Bergerak

Lalu, video tersebut juga disukai 1.900 kali.

Kendati demikian, belum diketahui identitas pria dan wanita di adegan video mesum tersebut.

Pihak kepolisian akan menyelidiki tersebarnya video itu.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Iksantyo Bagus.

Ia mengaku, baru mengetahui keberadaan video tersebut.

"Akan kami selidiki," ujar Iksantyo, yang sebelumnya menjabat Direktur Ditreskrimum ini.

Sebagai informasi, perbuatan menyebarkan konten asusila dilarang di Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Memproduksi konten pornografi, juga masuk perbuatan pidana dan diatur di Undang-undang Pornografi.

Sebelumnya ada video Vina Garut

Pemeran wanita video mesum Vina Garut dibayar Rp 500 ribu
Pemeran wanita video mesum Vina Garut dibayar Rp 500 ribu (Kolase Tribun Jabar (Screenshot media sosial dan Indiatimes via Tribunnews))

Adegan panas berhubungan intim tersebar melalui video porno yang mempertontonkan aksi tiga pria melakukan adegan ranjang dengan seorang wanita ramai diperbincangkan. Video itu ramai tersebar melalui aplikasi pesan instan (whatsapp). 

Ada dua video panas yang diunggah melalui twitter. Dalam unggahannya, tertulis nama " Vina Garut". Sontak banyak yang menyebut pemeran aksi tak senonoh itu merupakan warga yang berasal dari Garut.

Pada video pertama, durasi pengambilan gambar selama 1 menit 30 detik, mempertontonkan dua orang pria dan satu wanita. Sedangkan di video kedua dengan durasi 1 menit 7 detik, mempertontonkan tigaorang pria dan satu wanita.

Sejak tersebar pada Selasa (13/8/2019), banyak yang mempertanyakan keaslian video itu. Apalagi hingga membawa nama daerah.

Kedua video itu diduga diambil di dua tempat yang berbeda, dengan lokasinya seperti di kamar hotel.

"Saya kemarin terima dari teman. Enggak tahu itu benar orang Garut atau bukan. Cuma mukanya kayak orang Indonesia. Ada juga yang menyebut kaya orang Thailand," kata Yana, warga Tarogong, Rabu (14/8/2019).

Yana mengaku mendapat video itu dari grup Whatsapp. Video itu juga sudah banyak tersebar di media sosial

"Teman saya juga sudah banyak yang ngeshare. Bahkan dari Bandung dan daerah lain juga ramai," ucapnya.

Dua orang terduga pelaku Video Porno diringkus polisi

Viralnya video panas yang mempertontonkan aksi ranjang dan menghebohkan warga Garut ini langsung diselidiki Satreskrim Polres Garut. Polisi pun kemudian berhasil mengamankan dua orang yang diduga menjadi pelaku dalam aksi tersebut.

Kedua terduga pelaku itu disebut menjadi pemeran adegan panas. Namun, kepolisian masih belum menetapkan status tersangka kepada terduga pemeran dalam video itu. 

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng membenarkan kedua terduga pelaku telah diamankan pihaknya. Tetapi, hingga kini masih meminta keterangan kepada dua orang yang diamankan.

"Tadi malam kami amankan setelah viral soal video itu," ujar Maradona saat dihubungi, Rabu (14/8/2019).

Dua orang yang diamankan, kata dia, yakni seorang pria dan seorang wanita. Namun Maradona enggan membeberkan lebih lanjut kasus tersebut karena masih dalam tahap pemeriksaan.

Ilustrasi - Penggerebekan
Ilustrasi - Penggerebekan (Dok. Surya.id)

"Belum bisa bahas banyak. Nanti setelah gelar perkara bisa hubungi lagi supaya lebih jelas. Supaya faktanya berdasarkan hasil pemeriksaan. Biar detail juga," katanya.

Setelah melakukan gelar perkara, Maradona menyebut akan menentukan status kedua orang yang diamankan tersebut.

Pasutri Live Show Adegan Ranjang

Sebelumnya, publik Jawa Barat tepatnya di Tasikmalaya beberapa waktu lalu dihebohkan aksi pasangan suami istri (pasutri) yang berhubungan badan dengan 'dikarciskan' Rp 5.000 per anak di Tasikmalaya, sehingga menjadi berita viral di grup-grup WhatsApp (WA) dan media sosial setelah diunggah Tribun Jabar. 

Beragam hujatan disampaikan netizen pada pasutri yang dianggap cacat moral tersebut.

"Gila.... Pingin banyak uang dgn cara haram. Mau dikemanain masa depan anak-anak kita. Tolong dihukum yg setimpal," kata Assyifaa Sadina, seorang netizen yang memberikan komentar di artikel yang ditayangkan Tribun Jabar,  Selasa (18/6/2019).

"Parah meracuni anak2 di bawah umur seperti itu,"  kata Andrian, netizen lainnya.

Seperti diberitakan, warga Desa/Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya resah oleh kelakuan pasangan suami istri (pasutri) ES (24) dan LA (24).

Pasalnya, pasangan suami istri itu sengaja mempertontonkan adegan ranjang kepada sejumlah bocah yang berada di sekitar rumahnya.

Ironisnya kejadian itu berlangsung beberapa kali, bahkan terjadi pula di bulan Ramadan.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan kelakuan tidak pantas pasutri itu diketahui setelah seorang anak menceritakan kejadian kepada seorang guru ngaji di kampung itu.

"Kami sudah lakukan investigasi ke lapangan, kami mengecek bahwa memang ada laporan ada adegan suami istri yang dipertontonkan pada anak-anak.

Dilakukan malam hari pada saat Ramadan," kata Ato Rinanto saat ditemui, Selasa (18/6/2019).

Menurut Ato Rinanto, ada sekitar tujuh orang anak yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar yang menjadi korban perilaku seks menyimpang pasutri tersebut.

"Anak-anak yang menonton berusia antara 12 dan 13 tahun, masih duduk di kelas 6 sekolah dasar.

Dilakukan lebih dari satu kali," kata Ato Rinanto.

Adegan ranjang itu dilakukan di kamar rumah pasutri tersebut.

Keduanya mempertontonkan adegang ranjang itu, sembari memungut bayaran kepada setiap anak Rp 5.000.

Saat ini KPAID Kabupaten Tasikmalaya masih melakukan pendalaman terhadap motif para pelaku tersebut dan berfokus pada pemulihan psikis anak-anak yang menjadi korban atau yang menonton.

Nobar Pertunjukan Suami Istri Berhubungan Intim di Sleman

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Slemen, DIY.

Pertunjukan pesta hubungan suami istri yang digelar di salah satu hotel di Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggegerkan.

Pihak penyelenggara menampilkan pasangan suami istri untuk berhubungan intim dan ditonton oleh orang-orang. Setiap penonton diminta membayar oleh dua inisiator berinisial AS dan HK.

Kasus itu mencuat setelah Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda DIY menggerebek pertunjukan hubungan intim tersebut di salah satu losmen setempat, Selasa (11/12/2018) malam silam.

“Kami melakukan penggrebekan setelah mendapat laporan dari masyarakat. Ternyata, pertunjukan pesta seks itu sudah berlangsung berkali-kali dan meresahkan,” kata Direskrimum Polda DIY Komisaris Besar Hadi Utomo saat itu.

Dalam penggrebekan tersebut, polisi menangkap 12 orang.

Keduabelas orang tersebut rata-rata berusia 35 tahun dan banyak yang bukan suami istri.

Polisi, kata dia, awalnya mendapat informasi dari masyarakat dan melakukan pemantauan di internet.

Dalam penelisikan itu, polisi menemukan penawaran pertunjukan pesta seks di hotel.

”Saat digerebek, dua orang yang merupakan suami istri sedang berhubungan intim.

Sementara 10 orang lainnya menonton.

Pasutri ES (24) dan LA (24), pelaku yang mempertontonkan secara langsung adegan ranjang dihadapan sejumlah bocah saat diperiksa di Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (18/6/2019) Petang.
Pasutri ES (24) dan LA (24), pelaku yang mempertontonkan secara langsung adegan ranjang dihadapan sejumlah bocah saat diperiksa di Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (18/6/2019) Petang. (Tribun Jabar/Isep Heri)

Mereka membayar hingga Rp 1 juta per orang untuk menonton pertunjukan pesta seks tersebut,” jelasnya.

AS dan HK kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

"Keduanya adalah inisiator atau pihak penyelenggara pertunjukan hubungan intim di losmen itu,” kata Hadi Utomo.

Sebagai inisiator, kata dia, AS dan HK adalah orang yang mencari peserta aksi bejat tersebut melalui media sosial maupun aplikasi obrolan via ponsel, WhatsApp.

Melalui penyelenggaran menonton bareng suami istri berhubungan intim tersebut, AS dan HK mendapat keuntungan dari 'karcis' nonton.

Untuk barang bukti, pihaknya mengamankan beberapa handphone, kondom, minuman keras, uang tunai, dan beberapa pasang pakaian.

"Mereka terancam dengan UU No.21/2007 Tentang Perdagangan Orang.

Jadi untuk saat ini pasal yang kami terapkan adalah pasal perbuatan cabul atau membiarkan perbuatan cabul itu terjadi.

Kami juga mendapatkan fakta bahwa dari kegiatan itu ada pihak yang memperoleh keuntungan, sehingga kami juga menerapkan pasal perdagangan orang," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved