Pria Asal Pangandaran Ngebet Bertemu Jokowi, Sudah Pernah ke Istana tapi Ngaku Ditolak Mentah-mentah

Ia pun berharap, kaum difabel dapat hidup layaknya mereka yang tidak memiliki keterbatasan fisik.

Pria Asal Pangandaran Ngebet Bertemu Jokowi, Sudah Pernah ke Istana tapi Ngaku Ditolak Mentah-mentah
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Aman Taryana, pria Difabel asal Pangandaran. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Seorang pengidap difabel asal Desa Pamotan, Kecamatan Kalipuncang, Kabupaten Pangandaran, Aman Taryana (29) berkeliling menuju Kota/Kabupaten se-Jabar, Senin (21/10/2019).

Hal itu ia lakukan dengan alasan ingin bertemu sejumlah Kepala Daerah dan puncaknya bertemu dengan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo atau Jokowi.

Sosok pria yang memiliki keterbatasan penglihatan itu mengatakan, tujuannya menemui para Kepala Daerah di Kota/Kabupaten untuk menyampaikan agar setiap Kepala Daerah yang ditemui dapat memfasilitasi untuk bertemu dengan Presiden.

Nantinya, dengan pertemuan itu Aman berharap dapat memberikan aspirasinya terhadap Presiden untuk para kaum difabel.

"Saya hanya ingin Kepala Daerah bisa membantu saya untuk bertemu Presiden RI. Soalnya saya pernah langsung ke sana (Istana Negara) , tapi di tolak mentah-mentah," ujar Yana, sapaan akrabnya, Senin (21/10/2019).

Yana menjelaskan, saat ini dirinya sudah berkunjung ke-6 lokasi Kota/Kabupaten di Jawa Barat.

Lokasi itu, yakni Pangandaran, Ciamis, Kuningan, Cirebon, Indramayu dan Majalengka.

"Tapi dari jumlah kota yang sudah dikungjungi, saya baru bertemu dengan 2 Kepala Daerah yaitu Pangandaran dan Majalengka. Dan ini masih berlanjut akan menuju Sumedang, Bandung, dan Cimahi," ucap dia.

Lanjut Yana menjelaskan, nantinya saat dirinya sudah bertemu Presiden RI, ia ingin menyampaikan agar dapat memberikan kebijakan dan perhatian khusus bagi kaum difabel.

Ia pun berharap, kaum difabel dapat hidup layaknya mereka yang tidak memiliki keterbatasan fisik.

"Saya ingin Presiden menjalankan kebijakan yang membantu para kaum difabel agar dapat bekerja, setidaknya dikasih kuota sebanyak 2% untuk para kaum difabel," kata Yana.

Yana yang mengaku sebagai Alumni SLB Kalipuncang Darmaputra Pangandaran tahun 2002 itu, kelliling ke beberapa daerah di Jabar dengan mengendarai sebuah sepeda motor.

Berkeliling itu pun, Yana tak lupa membawa tiga buah kendang untuk menghibur para Kepala Daerah yang dapat menemuinya.

"Saya sengaja membawa alat musik untuk dapat menghibur para Kepala Daerah yang bisa menemui saya, saya juga akan menyanyikan sebuah lagu untuk Kepala Daerah secara improvisasi," ujarnya.

Sementara, Bupati Majalengka, Karna Sobahi setelah dapat memenuhi Yana mengatakan, hadirnya kaum difabel tersebut semakin membuka mata hati dengan tidak menyepelekan.

Dikatakan dia, Pemda juga telah berencana untuk memfasilitasi kaum difabel baik melalui anggaran ataupun fasilitas keterampilan.

"Keterbatasan fisik seseorang tidak berarti memiliki kemampuan seperti halnya Yana yang memiliki kemampuan lebih," ucap Bupati Majalengka.

"Saya akan bantu Yana untuk bertemu dengan Presiden dengan menyampaikan melalui partai politik," katanya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved