Benarkah Sulit Bangun Seperti Ketindihan Disebabkan Oleh Makhluk Gaib?Ini Penjelasannya Secara Medis

Benarkah Sulit Bangun Seperti Ketindihan Disebabkan Oleh Makhluk Gaib?Ini Penjelasannya Secara Medis

Benarkah Sulit Bangun Seperti Ketindihan Disebabkan Oleh Makhluk Gaib?Ini Penjelasannya Secara Medis
Shutterstock
Ilustrasi Ketindihan 

Selain itu, tidak jarang ada yang merasakan sensasi lain, misalnya merasa ada sosok lain bersamanya. Ini merupakan jenis halusinasi yang umum terjadi.

Jenis Sleep Paralysis 

Ada dua jenis Sleep Paralysis yaitu :

Hypnagogic Sleep Paralysis
Kelumpuhan atau Paralysis jenis ini terjadi sebelum seseorang tertidur sepenuhnya. Umumnya ketika menjelang tidur, tubuh akan terasa makin rileks dan perlahan-lahan kehilangan kesadaran.

Bagi seseorang yang mengalami hypnagogic sleep paralysis, dirinya tetap tersadar, tapi dia tidak dapat berbicara atau menggerakkan tubuh.

Hypnopompic Sleep Paralysis.
Kelumpuhan semacam ini berlangsung ketika seseorang tersadar pada akhir masa tidur. Umumnya, masa tidur terbagi menjadi dua, yaitu NREM (non-rapid eye movement) dan REM (rapid eye movement). 

Porsi NREM adalah sekitar 75 persen dari masa tidur, sementara sisanya menjadi masa tidur REM. Ketika seseorang tersadar sebelum masa REM berakhir, maka pada saat itulah bisa terjadi hypnopompic Sleep Paralysis.

Menelusuri Faktor Risiko Ketindihan atau Sleep Paralysis
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fenomena ini adalah ketika mengalami kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur.

Faktor usia juga berpengaruh, remaja dan dewasa muda merupakan kalangan yang lebih berisiko.

Masker Kunyit Ampuh Hilangkan Bekas Jerawat Hingga Kurangi Kerutan, Yuk Coba Bikin & Pakai di Wajah

Selain itu ada faktor risiko lain, seperti faktor keturunan, tidur dalam posisi terlentang, mengalami stres, menderita gangguan bipolar, kram kaki pada malam hari, serta penyalahgunaan obat-obatan.

Halaman
123
Penulis: Mutiara Suci Erlanti
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved