BREAKING NEWS Ratusan Rumah Warga Kompleks Tipar Silih Asih Retak Akibat Peledakan Terowongan KCIC

di wilyahanya terdapat 120 KK dan 500 jiwa, namun hampir semuanya rumah warga itu mengalami keretakan dan warga merasa khawatir

BREAKING NEWS Ratusan Rumah Warga Kompleks Tipar Silih Asih Retak Akibat Peledakan Terowongan KCIC
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Warga Kompleks Tipar Silih Asih saat menunjukkan dinding rumahnya yang retak. 

Laporan Wartawan Tribun, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, PADALARANG - Ratusan rumah warga Kompleks Tipar Silih Asih, RT 4/13, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), retak-retak akibat ledakan pengeboman proyek pembangunan terowongan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) di Gunung Bohong.

Pantauan Tribun Jabar, Jumat (18/10/2019), rumah warga yang retak-tetak itu kebanyakan bagian dindingnya, baik itu dinding ruang tamu, kamar dan kamar mandi. Bahkan ada dinding rumah warga yang akan ambruk akibat keretakannya terus membesar.

Rumah warga di RT 4 merupakan wilayah yang paling dekat dekat dengan lokasi pengeboman terowongan itu dengan jarak hanya 750 meter saja, sehingga dampaknya sangat dirasakan oleh ratusan warga di sana.

SMPN 1 Ngamprah Terdampak Pembangunan KCIC, Siswa Terganggu Suara Bising Kendaraan Berat

Dirut KCIC Temui Bupati KBB Setelah Ada Penolakan Izin dari Bupati, Ini Yang Dibahas

Warga RT 4, Heru Agam (49) mengatakan, selama dua pekan ini pengeboman di proyek tersebut sudah terjadi sebanyak 8 kali dan dentumannya terdengar jelas, bahkan barang-barang di rumahnya pun sampai bergetar.

"Suara dentuman itu terdengar dua minggu ke belakang, tapi dampaknya itu sangat dirasakan pada hari ketiga dan mulai terlihat ada retakan dinding, padahal sebelumnya tidak ada retakan," ujar Heru saat ditemui di kediamannya.

Saat pertama kali mendengar dentuman itu, ia merasa kaget karena suaranya terdengar keras, terlebih dentumannya kerap terdengar dua kali dalam satu hari.

"Dentumannya terdengar saat pagi dan sore hari, saya sampai kaget karena setelah detuman itu rumah saya retak-retak," katanya.

Sementara rumah milik Linda Kurniasari (50), dinding kamar tidur dan dinding kamar mandinya yang paling parah mengalami keretakan, bahkan saking parahnya dinding kamar mandi keretakannya sampai menganga.

"Kalau ada ledakan lagi, dinding kamar mandi saya bisa ambruk, makanya saya kalau lagi mandi takut ambruk. Dentuman pengeboman itu saya dengar dua kali dalam satu hari," ucapnya.

Warga Kompleks Tipar Silih Asih saat menunjukan dinding rumahnya yang retak.
Warga Kompleks Tipar Silih Asih saat menunjukan dinding rumahnya yang retak. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Ketua RW 13 Ahmad M Sutisna, mengatakan, di wilyahanya terdapat 120 KK dan 500 jiwa, namun hampir semuanya rumah warga itu mengalami keretakan dan warga merasa khawatir.

"Daerah ini merupakan daerah yang paling dekat dengan lokasi pengeboman di terowongan. RT 4 jaraknya hanya 750 meter jadi rumah warga disana yang paling parah mengalami keretakan," katanya. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved