Sudah Mendekam di Penjara, Eks Kalapas Sukamiskin Kembali Diduga Tersangkut Kasus Gratifikasi Alkes

Eks Kepala Lapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husen yang dipidana penjara selama 8 tahun karena gratifikasi fasilitas non standar di Lapas Sukamiskin

(Kompas.com/Robertus Belarminus)
Lapas Kelas I A Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Kamis (6/7/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Eks Kepala Lapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husen yang dipidana penjara selama 8 tahun karena gratifikasi fasilitas non standar di Lapas Sukamiskin, kembali ditetapkan tersangka karena kasus gratifikasi.

Ia disangka menerima uang dari terpidana kasus alkes Provinsi Banten TB Chaeri Wardana alias Wawan. Dalam persidangan, Wahid Husen menerima uang Rp 75 juta dari Wawan.

Kepala Lapas Sukamiskin, Abdul Karim mengetahui penetapan tersangka Wahid Husen dari pemberitaan. Menjalani pidana penjara selama 8 tahun, Wahid Husen mendekam di lapas yang sempat ia pimpin.

"Iya, pak Wahid. Kondisi yang bersangkutan saat ini ‎baik-baik saja. Tadi pagi ketemu, senyum menyapa seperti biasa," kata Abdul Karim via ponselnya, Kamis (17/10).

‎Ia menambahkan, selama menjalani pidana penjara pascaputusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Wahid Husen menjalani hari-hari biasa seperti warga binaan lain.

"Enggak shock, karena mungkin sebelumnya sudah pernah ditetapkan tersangka. Kalau yang belum pasti kaget," ujar dia.

BREAKING NEWS - Mantan Ketua DPD RI Irman Gusman Bebas dari Lapas Sukamiskin, Ini Penjelasannya

Luthfi Hasan Ishaaq Keluar Lapas Sukamiskin Seharian, Begini Penjelasan Kalapas Sukamiskin

Setelah Sempat Pindah ke Rutan Gunung Sindur, Setnov Akhirnya Kembali Ditahan di Lapas Sukamiskin

Kata dia, Wahid sempat diperiksa KPK kembali selama menjalani pidana. Selain Wahid, Wawan juga mendekam di Lapas Sukamiskin.

"Iya kayanya pernah diperiksa KPK," ujar Abdul Karim, yang baru menjabat Kepala Lapas Sukamiskin Bandung meneruskan pemimpin sebelumnya, Tejo Herwanto. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved