Politik

JAWABAN Telak Juru Bicara Prabowo Soal Isu Tawaran Posisi Menteri ke Partai Gerindra

Ribuan kader Gerindra berkumpul di kediaman Prabowo Subianto di Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (16/10/2019).

Editor: Fauzie Pradita Abbas
(DOKUMENTASI WARTAWAN ISTANA KEPRESIDENAN)
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selfie dengan wartawan seusai keduanya bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/9/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM Ribuan kader Gerindra berkumpul di kediaman Prabowo Subianto di Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (16/10/2019).

Para kader Gerindra dari seluruh Indonesia itu mengikuti Rapimnas Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.

Spekulasi pun bermunculan dengan digelarnya Rapimnas Gerindra tersebut.

Apalagi beberapa hari ini, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan politik dengan sejumlah pimpinan Partai Politik, termasuk dengan Presiden Joko Widodo.

Seperti pertemuan dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Muhaimin Iskandar dan bertemu Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Acara itu digelar secara tertutup dan dihadiri sekitar 4.000 kader Partai Gerindra dari seluruh Indonesia.

Terkait isu yang berkembang soal merapatnya Gerindra ke pemerintahan Jokowi, termasuk soal jabatan menteri yang akan dipegang oleh keder Gerindra.

Namun, juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar saat ditanya wartawan mengatakan, Rampinas tidak membahas soal tawaran posisi menteri.

"Gak ada tawaran itu, Pak Prabowo hanya bicara hal-hal kualitatif. Tidak ada kaitannya dengan tawaran menteri. Sampai saat ini tidak ada tawar menawar kursi menteri," kata Dahnil Anzar dalam jumpa pers di Bojongkoneng, Rabu (16/10/2019).

 Beredar Lagi, Surat Berisi 81 Nama Tokoh, Disebut Merupakan Calon Menteri Jokowi, Ada Nama Prabowo?

Untuk kandidat menteri, Dahnil Anzar menyatakan, di tubuh Gerindra memang ada kader potensial.

Saat disinggung apakah kandidat yang dimaksud itu adalah Fadli Zon dan Sandiaga Uno, Dahnil Anzar menyebutkan, kedua nama itu menolak menjadi menteri dalam pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

"Sampai saat ini belum bicara menteri apa dan siapa. Kader Gerindra banyak sekali. Kandidatnya banyak lah, ada Edi Prabowo. Tapi Bang Sandi menolak itu, Bang Fadli juga demikian," ungkap Dahnil Anzar.

Sikap Politik Prabowo

Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar menjelaskan bahwa dalam acara tertutup tersebut, Prabowo Subianto menyampaikan tiga poin sikap politiknya.

Acara itu sendiri, kata Dahnil Anzar dihadiri sekitar 4.000 kader Partai Gerindra.

Poin pertama, lanjut Dahnil, Prabowo Subianto sudah menyerahkan konsepsi besar ekonomi, ketahanan pangan, energi dan keamanan.

Kemudian poin kedua, Prabowo mempersilahkan kepada Presiden Joko Widodo jika konsepsi itu akan digunakan untuk kepentingan bangsa.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melayat ke rumah duka Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019). (Kompas.com/Nursita Sari)

"Kedua, bila ingin digunakan Pak Jokowi untuk pemerintah 5 tahun ke depan, Gerindra mempersilahkan. Tapi jika tidak, kita tetap akan bekerja sama untuk kepentingan NKRI," kata Dahnil Anzar.

Lalu pada poin ketiga, Prabowo Subianto memutuskan untuk tetap menjaga kerukunan serta berkomunikasi, bermusyawarah demi kepentingan berbangsa dan bernegara.

Prabowo kata Dahnil Anzar memahami betul pentingnya komunikasi pasca Pilpres 2019 demi kerukunan berbangsa dan bernegara.

"Itu tiga sikap politik beliau ( Prabowo Subianto). Alasannya membantu bangsa dan negara. Pak Prabowo Ingin membantu saja, kalau diterima ya silahkan, tergantung Pak Jokowi. Yang jelas Pak Prabowo memastikan bahwa dirinya tak berhenti ingin berkontribusi demi negara," ungkap Dahnil Anzar.

Prabowo Menhan

Sebelumnya Direktur Poltracking Indonesia Hanta Yuda Yuda mengungkap beberapa kemungkinan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto gabung ke Kabinet Jokowi-Maruf.

Beberapa posisi menteri yang diprediksi akan diduduki Prabowo Subianto menurut Hanta Yuda Yuda yakni mulai dari Menteri Pertahanan hingga Menteri ESDM.

Hal itu disampaikan oleh Hanta Yuda Yuda dalam dialog Sapa Indonesia Malam bersama Aiman Witjaksono.

Hadir pula dalam dialog tersebut Juru Bicara Prabowo Subianto yakni Dahnil Anzar hingga Politisi PKS Mardani Ali Sera.

 KABINET JOKOWI JILID 2, Jokowi Sebut Banyak Wajah Baru dan Muda, Ada AHY Anak SBY dan Orang Prabowo?

Dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas TV, Aiman Witjaksono menanyakan soal pernyataan Hanta Yuda Yuda bahwa Prabowo Subianto akan gabung ke pemerintahan Jokowi-Maruf.

Menurut Aiman Witjaksono, hal itu di luar nalarnya dan apakahn mungkin akan terjadi.

”Politik itu tidak ada yang tidak mungkin, pada 17 April setelah quick count saya memprediksi, ditanya pada saat itu yang mungkin gabung pemerintahan saya bilang salah satu Gerindra yang paling mungkin, orang bilang nggak mungkin, 17 April menyampaikannya,” kata Hanta Yuda Yuda di hadapan Dahnil Anzar.

Rupanya ketidak mungkinan yang disebutkan banyak orang itu semakin terbuka lebar.

”Tetapi ternyata akan menjadi semakin mungkin, termasuk ketika Gwrindra mengatakan ada konsep-konsep, visi misi tentang ketahanan pangan ketahanan energi ketahanan keamanan,” jelasnya.

Hal itu menurutnya bisa diartikan sebagai kode dari Prabowo Subianto untuk Jokowi.

“Ya kira-kira kalau Menteri Pertahanan, Menteri Pertanian atau kepala Bulog, kemudian apa satu lagi Menteri ESDM, atau elemen yang tapi yang paling mungkin kalau kemungkinan itu dibuka, yang paling memungkinkan ke Menteri Pertahanan, bukan mustahil kalau kemudian Pak Prabowo menerima itu asalkan tentu pak Jokowi memang memberikan itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal itulah yang ia maksud sebagai peluang.

Pernyataan Hanta Yuda Yuda itu Kemudian ditanggapi oleh Dahnil Anzar yang menyebut kalau sampai saat ini Gerindra belum mengatakan gabung ke pemerintah.

”Saya tidak akan bertanya ke Dahnil Anzar karena pasti jawabannya tidak tahu ya, betul ya Bung?,” sindir Aiman Witjaksono.

Prabowo Subianto bertemu dengan Jokowi di Stasiun MRT Jakarta, Sabtu (13/7/2019).
Prabowo Subianto bertemu dengan Jokowi di Stasiun MRT Jakarta, Sabtu (13/7/2019). (Istimewa)

“Yang kita sampai detik ini kita belum diskusi apakahn Pak Prabowo akan jadi menteri atau tidak, bahkan dalam posisi oposisi atau bukan juga belum ada,” kata Dahnil Anzar.

Kemudian Hanta Yuda Yuda menantang Dahnil Anzar apakah dirinya berani mengatakan Prabowo tidak mungkin jadi menteri.

Tak berani menyambut tantangan Hanta Yuda Yuda, menurut Dahnil Anzar, sampai saat ini Gerindra belum mengambil keputusan akan beroposisi atau ada di pemerintah.

“Yang jelas kita belum membuat keputusan, yang jelas itu posisi kita sampai dengan detik ini belum memutuskan akan beroposisi atau ada di dalam pemerintahan,” katanya.

Kemudian Aiman Witjaksono menegaskan kembali pertanyaan Hanta Yuda Yuda, apakah Dahnil Anzar tidak berani mengatakan tidak mungkin Pak Prabowo tidak jadi menteri.

Lagi-lagi Dahnil Anzar enggan mengatakan hal itu, dan malah menyebut kepentingan Prabowo Subianto untuk bangsa.

“Pak Prabowo ini patriot, patriot itu tentu yang dipikirkan beliau adalah kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

“Apapun itu? Termsuk ketika harus misalnya dari capres ke menteri gak masalah?,” tanya Aiman Witjaksono lagi.

“Saya nggak tahu kalau terkait dengan itu, yang jelas posisi Pak Prabowo ingin berkontribusi terhadap bangsa dan negara, beliau bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara,” jelasnya.

“Pak Wiranto juga pernah jadi capres kemudian jadi Menko,” kata Hanta Yuda Yuda.

“Jadi kalau seandainya jadi menteri, selevel Pak Wiranto lah?,” tanya Aiman Witjaksono yang kemudian disambut tawa oleh Hanta Yuda Yuda.(*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved