Sita 48 Ribu Butir Obat Penenang Orang Gangguan Jiwa, Polisi Hadirkan Dua Istri Pengedar Narkoba

rata-rata mereka sudah dua bulan mengedarkan narkoba jenis sabu. Mereka mengaku mendapat pasokan narkoba dari Jakarta, Bogor, dan Sukabumi.

Sita 48 Ribu Butir Obat Penenang Orang Gangguan Jiwa, Polisi Hadirkan Dua Istri Pengedar Narkoba
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menunjukkan obat-obatan terlarang yang disita Satnarkoba, Selasa (15/10/20910). 

Laporan Wartawan Tribun, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Satnarkoba Polres Cianjur kembali mengamankan para tersangka pelaku pengedar penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polres Cianjur.

Tak seperti biasanya, kali ini Satnarkoba menghadirkan dua orang keluarga yang merupakan istri para tersangka. Dari penuturan dua istri tersangka, BS (25) dan SR (26),  mereka tak mengetahui suaminya mengedarkan narkotika dan obat terlarang.

"Saya tak tahu kalau suami saya pengedar, tahunya saya kalau suami itu usaha tapi tak menyangka usahanya seperti ini," ujar BS yang melihat langsung jalannya konperensi pers pengungkapan narkoba di Mapolres Cianjur, Selasa (15/10/2019).

Keduanya pun mengaku rutin diberi uang oleh para suami yang kini menjadi tahanan Polres Cianjur tersebut.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, pihaknya telah mengamankan sebanyak 10 tersangka pengedar narkoba yang ada di Cianjur.

"Perlu diketahui bahwa Satnarkoba Polres Cianjur serius menindak yang berusaha mengedarkan narkoba dan mengganggu kamtibmas," kata Juang.

Juang mengatakan, rata-rata mereka sudah dua bulan mengedarkan narkoba jenis sabu. Mereka mengaku mendapat pasokan narkoba dari Jakarta, Bogor, dan Sukabumi.

"Sasarannya adalah pelajar dan mahasiswa," ujar Juang.

TERBONGKAR, Ketampanan Vokalis Noah Nazril Irham Atau Ariel Ternyata Ada Turunan Negara Ini

Cerita Alumni Universitas Al Azhar, Pulang dari Kairo Kerja Serabutan Sampai Akhirnya Bikin Koperasi

Dari sepuluh tersangka satu di antaranya Rd (30) warga Kampung Parungbitung, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

Ia kedapatan memiliki 48 toples heximer atau setara 48 ribu butir dan 95 lembar tramadol atau setara 950 butir.

Obat penenang yang biasa digunakan oleh pasien dengan gangguan jiwa ini disita Satnarkoba dari rumah tersangka.

Atas kepemilikan obat penenang tanpa izin tersangka dijerat dengan beberapa pasal dan terancam hukuman 15 tahun penjara atau denda sampai dengan 1,5 miliar.(fam)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved