Diseret ke Pengadilan, Pelawak Qomar Merasa Jadi Korban Politik Cirebon

Qomar mengungkapkan, kasus hukum yang menjeratnya sarat muatan dendam pribadi yang juga dipolitisir.

Diseret ke Pengadilan, Pelawak Qomar Merasa Jadi Korban Politik Cirebon
Kolase
Nurul Qomar 

TRIBUNCIREBON.COM - Pelawak Nurul Qomar kembali menjalani sidang kasus dugaan pemalsuan dokumen Surat Keterangan Lulus (SKL) Program S2 dan S3, di Pengadilan Negeri (PN) Brebes, Jawa Tengah, Selasa (15/10/2019).

Sidang beragendakan pembacaan pleidoi (pembelaan).

Qomar mengungkapkan, kasus hukum yang menjeratnya sarat muatan dendam pribadi yang juga dipolitisir.

Seperti diketahui, Qomar turut andil dalam Pilkada Kabupaten Cirebon pada 2018 lalu sebagai calon wakil bupati.

"Apa yang terjadi sesungguhnya (sudah) saya ceritakan. Kan banyak juga saksi yang ada indikasi by design, setting. Saya sudah sumpah (sambil memegang Alquran), apa yang sudah saya lakukan, alami. Kita berharap sidang ini berakhir happy ending," kata Qomar.

"Ini kental muatan dendam dan ditunggangi kepentingan politik Cirebon. Tapi sudah tidak apa-apa, ini romantika perjalanan," sambung dia.

Meski demikian, Qomar mengaku bisa memaklumi tuduhan pelapor dalam hal ini Muhadi Setiabudi sebagai pemilik yayasan yang menaungi Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

"Ketika didemo oleh mahasiswa menjadi sesuatu yang sangat menyentuh, sehingga dia kesal sekali sama saya dan melaporkan. Laporanya kan sampai tiga kali dan berubah-ubah tuduhanya. Tuduhan satu, tuduhan dua, tuduhan tiga. Itu kan indikator bahwa memaksa-maksa dan mencari-cari kesalahan," ujar Qomar.

Temukan Pesan Mesra di HP Istri, Suami Cemburu dan Tega Bunuh Istri di Depan Anaknya Saat Liburan

HEBOH Foto Terbaru Marion Jola, Pakai Dress Putih, Mata & Mulut Marion Curi Perhatian, Mau Lihat?

Qomar berharap, melalui pleidoi yang sudah dibacakan termasuk oleh kuasa hukumnya, ia dibebaskan dari segala tuduhan dan tuntutan hukum.

Kuasa hukum Qomar, Furqon Nurzaman mengatakan pihaknya, sejak awal sudah berbeda pandangan dengan jaksa penuntut umum.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved