Istri Berdoa Tak Pantas untuk Menko Polhukam Wiranto, Anggota POMAU Dicopot dan Terancam Dipecat

FS dianggap menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbon negara, dengan cara mengunggah komentar

Istri Berdoa Tak Pantas untuk Menko Polhukam Wiranto, Anggota POMAU Dicopot dan Terancam Dipecat
Facebook
Postingan status nyinyir istri anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya berbuah sanksi terhadap suaminya. 

TRIBUNCIREBON.COM - Peltu YNS, seorang anggota POMAU Lanud Muljono Surabaya, mendapat peringatan keras, dicopot dari jabatannya, dan ditahan, Jumat (12/10/2019).

Peltu YNS dianggap melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Penyebabnya, FS, yang merupakan istri Peltu YNS, memposting pesan bernada hujatan di media sosial kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, Wiranto.

Gadis Belia Ini Diperkosa Ayahnya di Usia 12 Tahun, Sempat Keguguran Terus Dihamili Lagi

KISAH Satu Keluarga Tinggal di Rumah Bekas Kandang Ayam, Tak Punya Biaya untuk Berobat dan Sekolah

Situs resmi TNI AU di tni.au.mil.id, menampilkan postingan FS yang berisi doa tak pantas untuk Wiranto.

Komentar FS tersebut mengomentari insiden penusukan terhadap Wiranto di Pandeglang.

 "Dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara," demikian situs TNI AU memberikan argumen.

Postingan nyinyir istri Dandim Kendari menyebabkan suaminya dicopot dari jabatannya.
Postingan nyinyir istri Dandim Kendari menyebabkan suaminya dicopot dari jabatannya. (FACEBOOK)

KBT yang kedapatan melanggar, demikian rilis tersebut, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. FS dianggap menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbon negara, dengan cara mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian.

Pesan tersebut ditujukan kepada Menkopolhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam di media sosial (Facebook).

"Akhirnya yang bersangkutan dan suaminya dikenakan sanksi," demikian dalam siaran pers TNI AU.

Dalam argumentasinya disebutkan, Peltu YNS mendapat teguran keras, dicopot dari jabatan dan ditahan dalam rangka penyidikan oleh Pomau karena melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved