30 Tahun Mengayuh Becak, Ade Suhadna Setia Menunggu Penumpang di Pusat Kota Sumedang

Meski tenaganya sudah tidak sekuat dahulu, Ade mengaku masih kuat mengayuh becak meski sambil membawa dua penumpang atau membawa barang berat.

30 Tahun Mengayuh Becak, Ade Suhadna Setia Menunggu Penumpang di Pusat Kota Sumedang
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Ade Suhadna (60), tukang becak yang sudah mengayuh becaknya selama 30 tahun, tetap bertahan mencari rezeki di pusat kota Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun, Seli Andina Miranti

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Dahulu, becak menjadi salah satu transportasi primadona pilihan ibu-ibu.

Biasanya, para ibu yang hendak belanja atau pulang dari pasar memilih menggunakan jasa becak.

Namun saat ini, popularitas becak tergeser dengan adanya kendaraan-kendaraan lain yanh lebih modern.

Hal tersebut diceritakan Ade Suhadna (68), penarik becak di Sumedang Kota, Kabupaten Sumedang, saat ditemui Tribun jabar, Sabtu (12/10/2019).

"Banyak saingan sekarang mah, angkot, cator, motor ojek," ujar Ade Suhadna.

Istri Diajak Pergi Pria Lain Naik Mobil, Tukang Becak Ini Mengamuk, Marah Sampai Nafas Ngos-ngosan

Jabatan Suami Dicopot, Istri Kolonel Kav Hendi Suhendi Terus Tunduk dengan Mata Berkaca-kaca

Penarik becak itu menambahkan, belum lagi harus bersaing dengan ojek online yang semakin banyak di Kabupaten Sumedang.

Orang yang masih menggunakan becak pun, lanjutnya, kebanyakan pelanggan lama yang sudah biasa memesan becak.

"Kalau orang-orang baru mah hampir tidak ada, soalnya lebih simpel ojek online mungkin," ujarnya.

Ade Suhadna berharap becak masih dapat bertahan di tengah banyaknya kendaraan yang lebih modern di Kabupaten Sumedang.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved