Dua Pelaku Penusukan Ternyata Tak Kenal Siapa Wiranto 'Saya Serang Bapak,Kamu Tusuk Anggota Polisi'

Dua Pelaku Penusukan Ternyata Tak Kenal Siapa Wiranto 'Saya Serang Bapak,Kamu Tusuk Anggota Polisi'

Dua Pelaku Penusukan Ternyata Tak Kenal Siapa Wiranto 'Saya Serang Bapak,Kamu Tusuk Anggota Polisi'
Istimewa
Syahril Alamsyah alias Abu Rara 

TRIBUNCIREBON.COM- Dalam konferensi persnya, Jumat (11/10), Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan temuan-temuan baru atas pemeriksaan pasutri tersangka penusukan Wiranto.

Keduanya disebut melakukan aksi spontan menyerang pejabat negara dan aparat kepolisian, mereka bahkan tidak tahu siapa Wiranto.

FULL VIDEO: Pria Berjenggot Tusuk Menteri Wiranto, Mau Membunuh Eks Panglima TNI, Kapolsek Tertusuk

“Nanti saya menyerang bapak yang turun dari heli, kamu tusuk anggota polisi siapa saja yang dekat,” kata Dedi menirukan ucapan Syahril kepada istrinya.

Aksi yang dilakukan tersangka didasari motif tersulut emosi karena beberapa hari lalu, polisi telah lebih dulu menangkap ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, yakni Abu Zee Ghuroba.

Menteri Wiranto Nyaris Terbunuh Karena Ditusuk, Tiga Pejabat Ini Juga Pernah Jadi Target Pembunuhan

“Abu Rara sendiri merasa takut, stres dan tertekan setelah mendengar ketuanya (meskipun dia tidak dalam hubungan kelompok aktif) di kelompok Abu Zee ini tertangkap," jelasnya.

“(Wah ini tertangkap Abu Zee), maka saya khawatir saya akan tertangkap,” ujarnya seraya meniru pernyataan tersangka.

Wiranto Ditusuk di Pandeglang, Para Tokoh Mulai Fahri Hamzah, Dahnil Hingga Rocky Gerung Ungkap Ini

Maka Syahril segera berkomunikasi dengan istrinya untuk siap-siap melakukan aksi.

Secara tiba-tiba hari itu Syahril melihat warga berbondong-bondong datang ke Alun-Alun, Menes, Pandeglang, Banten.

Ia merasa inilah saat yang tepat baginya melakukan aksi penyerangan, yang diyakini terdapat pejabat negara serta aparat kepolisian.

Dedi menjelaskan mengapa pihak kepolisian selalu menjadi target aksi serupa, karena menurutnya selama 17 tahun lebih kepolisian punya rekam jejak melakukan upaya preventive strike terhadap kelompok ekstrem.

Halaman
1234
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved