VIRAL,Bayi 10 Bulan Meninggal Tersengat Listrik,Ibu Histeris Goyangkan Tubuh Anaknya: Ya Allah Gusti

Seorang ibu menangis histeris dengan tampak menggendong seorang bayi berusia 10 bulan. Dalam video ini diketahui terjadi di Puskesmas Jatibarang

VIRAL,Bayi 10 Bulan Meninggal Tersengat Listrik,Ibu Histeris Goyangkan Tubuh Anaknya: Ya Allah Gusti
ISTIMEWA
Seorang ibu menangis histeris menggendong anaknya yang berusia 10 bulan meninggal akibat tersengat aliran listrik dari sebuah kabel pembuat roti yang terkelupas di Puskesmas Jatibarang Indramayu, Selasa (8/10/2019) 

TRIBUNCIREBON.COM - Seorang ibu menangis histeris dengan tampak menggendong seorang bayi berusia 10 bulan. Dalam video ini diketahui terjadi di Puskesmas Jatibarang dan menjadi viral di media sosial atau dunia maya. 

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki saat dikonfirmasi membenarkan atas kejadian tersebut yang terjadi pada Selasa (8/10/2019). 

Menurut Yoris, bayi 10 bulan itu bernama Arfan. Dia tersengat listrik di rumah milik saudaranya bernama Sugianto atau rumah kontrakan milik orangtua korban atasnama Madyani. 

"Arfan diduga memegang kabel mesin pembuat roti yang terkelupas dan kesetrum aliran listrik bertegangan tinggi hingga meninggal dunia," ujarnya melalui sambungan telepon. 

Ketika ditanyakan terkait keberadaan orang tua korban, Yoris menyebut Madyani saat itu tengah tertidur dan tak menyadari anaknya sedang memainkan kabel yang masih tercolok. 

"Sang anak berteriak dan jatuh karena kesetrum lalu menangis. Orangtuanya kemudian membawa anaknya ke Puskesmas Jatibarang," katanya. 

Tetapi, belum dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Jatibarang, sang anak sudah meninggal dunia. Ketika mengetahui kabar sang anak meninggal, Madyani menjadi histeris dan tangisan pun pecah. Sambil menggendong sang buah hatinya, Madyani masih belum dapat mempercayai jika Arfan telah tiada. 

Dalam video berdurasi 39 detik itu, Madyani terus menangis histeris. Ia menggoyang-goyangkan tubuh bocah berusia 10 bulan itu dengan cara digendong.

Ia berusaha agar anaknya bisa kembali hidup dan terus menangis.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved