Batu Besar Timpa Permukiman

Tragedi Hujan Batu Rusak Rumah dan Sekolah di Purwakarta, Polisi Periksa 3 Orang dari PT MSS

pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki secara mendalam kasus tersebut. Apabila ditemukan unsur kelalaian, maka mereka akan menyelesaika

Tragedi Hujan Batu Rusak Rumah dan Sekolah di Purwakarta, Polisi Periksa 3 Orang dari PT MSS
Tribun Jabar/Ery Chandra
Aparat Polres Purwakarta meninjau lokasi jatuhnya batu besar hasil peledakan di tambang batu yang merusak rumah warga Kampung Cihandeuleum RT.09/05, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Kamis (10/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, ery chandra

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA- Kepolisian Resor Purwakarta mulai melakukan penyelidikan di lahan pertambangan batu PT. Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) di Kampung Cihandeleum.

Sampai saat ini, tiga orang diperiksa dari perusahaan tersebut, meski belum ada tersangka.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan diduga akibat kelalaian penambang batu.

"Kami masih terus melakukan penyelidikan, dan di lokasi sudah dilakukan pemasangan police line. Untuk penyebab pastinya nanti bisa diketahui sesuai dengan hasil penyelidikan," ujar Handreas, di Kabupaten Purwakarta, Kamis (10/10/2019).

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius menuturkan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki secara mendalam kasus tersebut. Apabila ditemukan unsur kelalaian, maka mereka akan menyelesaikan secara hukum.

"Apabila memenuhi unsur baru kami melakukan penyidikan dengan pemanggilan saksi-saksi dan semua yang terlibat dalam blasting atau peledakan ini," katanya.

Sebagaimana diberitakan, hujan batu berbagai ukuran bahkan sebesar rumah bangunan dan jalan di Kampung Cihandeleum, RT.09/05, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono membenarkan peristiwa tersebut. Tetapi, dikabarkan batu-batu yang menimpa rumah warga itu bukan disebabkan faktor alam.

"Kami dapat laporan dari warga setempat bernama Azis. Tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian materi sekitar Rp.460.000.000 juta," ujar Wahyu, melalui ponselnya, di Kabupaten Purwakarta, Selasa (8/10/2019).

Jabatan Wapres Sebentar Lagi Bakal Dilepas, Jusuf Kalla Bongkar Perbedaan Jadi Wakil SBY & Jokowi

Foto Terbaru Agnez Mo Panen Hujatan, Netizen Sebut Agnez Sengaja Pamer Belahan Dada, Benarkah?

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved