Kerusuhan di Wamena

KESAKSIAN Asep Yudi Warga Subang Saat Kerusuhan di Wamena, Takut Mati, Bersembunyi di Kandang Babi

Saat rusuh Wamena pecah, bersama tujuh saudaranya, Asep dan istrinya terpaksa bersembunyi dan. . .

KESAKSIAN Asep Yudi Warga Subang Saat Kerusuhan di Wamena, Takut Mati, Bersembunyi di Kandang Babi
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Asep Yudi dan istrinya Petty, warga Jabar asal Subang yang jadi korban kerusuhan di Wamena. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kerusuhan di Wamena, Papua, September lalu, menyisakan trauma, tak terkecuali bagi Asep Yudi (35) dan istrinya, Petty (34), warga Jabar asal Subang.

Saat rusuh Wamena pecah, bersama tujuh saudaranya, Asep dan istrinya terpaksa bersembunyi dan berdesak-desakan dengan babi di kandang yang bau.

Sejumlah kengerian mereka saksikan selama di persembunyian itu.

Ditemui di Gedung Pakuan, Bandung, semalam, Asep menceritakan saat-saat mengerikan itu kepada jurnalis Tribunjabar.id, Daniel Andreand Damanik.

Berikut petikan wawancaranya :

BERAPA lama Bapak dan keluarga tinggal di Wamena?

Saya berada di Wamena sebenarnya baru satu tahun. Saya tinggal di sana setelah menikah. Istri saya tinggal lebih lama di sana, sudah lima tahun. Kami belum dikaruniai anak.

Bagaimana suasana Wamena saat kerusuhan?

Sangat mengerikan. Rumah dibakar di mana-mana. Saya bahkan melihat langsung ada bayi yang dilemparkan ke dalam rumah yang terbakar. Itu saya lihat langsung, rumahnya terbakar, bapak ibunya ada di dalam rumah yang terbakar. Bayi itu sempat keluar, tapi ditangkap lalu dilemparkan lagi ke rumah yang terbakar itu. Saya trauma. Kami semua sangat trauma.

Saat kericuhan terjadi, apa yang Bapak lakukan bersama keluarga Bapak?

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved