Hujan Masih Belum Turun, Warga Perbutulan Cirebon Mandi & Buang Air di Sungai Cipager Banyak Sampah

Bencana kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Cirebon, menyebabkan warga di Kelurahan Perbutulan

Hujan Masih Belum Turun, Warga Perbutulan Cirebon Mandi & Buang Air di Sungai Cipager Banyak Sampah
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Setiap harinya selama musim kemarau, warga di kelurahan tersebut, terpaksa memanfaatkan aliran Sungai Cipager yang tercemar oleh sampah untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Aktivitas yang sering dilakukan oleh warga selama musim kemarau di Sungai Cipager yakni, mencuci, mandi, hingga buang air besar (BAB). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Bencana kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Cirebon, menyebabkan warga di Kelurahan Perbutulan, Kecamatan Sumber, semakin kesulitan mendapatkan air bersih.

Setiap hari selama musim kemarau, warga di kelurahan tersebut, terpaksa memanfaatkan aliran Sungai Cipager yang tercemar oleh sampah untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Aktivitas yang sering dilakukan oleh warga selama musim kemarau di Sungai Cipager yakni, mencuci, mandi, hingga buang air besar (BAB).

‎Di sungai yang memiliki lebar 50 meter ini,‎ sebagian besar dasar sungainya pun terlihat mengering hingga mengalami keretakan dan lebar aliran air pun hanya kurang dari dua meter.

Air yang digunakan oleh warga untuk melakukan berbagai kebutuhan ini, telah bercampur dengan sampah plastik rumah tangga, mulai dari sampah plastik kemasan, styrofoam, ‎hingga popok bayi.

Abdul Rohman (47), warga Kelurahan Perbutulan, mengatakan, selama hampir empat bulan pada musim kemarau tahun ini warga di wilayah tersebut memanfaatkan air dari Sungai Cipager.

"Dari awal musim kemarau sudah pakai sungai, setiap hari, dari mandi sampai buang air," kata Rohman di Sungai Cipager, Kabupaten Cirebon, Kamis (10/10/2019).

Warga lainnya, Daryani (58), menyebutkan, kalau sumur yang berada di rumahnya tersebut ikut surut akibat kekeringan, sehingga hanya mampu digunakan untuk keperluan konsumsi.

"Air sumur cuma buat masak, kalau buat mandi takutnya habis. Harus hemat," katanya.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved