HEADLINE TRIBUN JABAR: 2 hari Tidur di Bandara, Puluhan Pengungsi Wamena Asal Jabar Tiba Hari Ini

Sebanyak 68 warga asal Jawa Barat yang selama ini tinggal di Wamena, Papua, akan kembali ke kampung halamannya, Selasa (8/10)

HEADLINE TRIBUN JABAR: 2 hari Tidur di Bandara, Puluhan Pengungsi Wamena Asal Jabar Tiba Hari Ini
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi - Dua korban kerusuhan di Wamena asal Majalengka, Reza (kiri) dan Narsono (kanan) 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebanyak 68 warga asal Jawa Barat yang selama ini tinggal di Wamena, Papua, akan kembali ke kampung halamannya, Selasa (8/10). Lebih dua pekan, sejak kerusuhan Wamena meletus, mereka terpaksa tinggal di pengungsian. Rencananya, kedatangan mereka akan disambut langsung Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Kabar kedatangan puluhan warga asal Jabar dari Wamena ini disambut gembira keluarga mereka di Jabar. Kokom Komariah (25), adalah salah satunya. Warga Kampung Cimanggah, Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, itu mengaku sangat gembira, suaminya, Sarif (30), yang bekerja di Wamena akan segera kembali. Ia mengaku sempat sangat khawatir karena baru kembali mengetahui kabar suaminya.

"Barusan kasih kabar kalau besok (hari ini) katanya mau pulang. Asalnya mau hari ini, cuma katanya belum dapat tiket," kata Kokom saat ditemui di rumahnya, Senin (7/10). Ditemani anak sulungnya yang berusaha empat tahun, Kokom, yang tengah mengandung anak kedua, itu berulang kali melihat telepon selulernya. "Kalau-kalau ada kabar baru," ujarnya.

Selain suaminya, kakak kandung Kokom, Dede Supriatna (33), dan adiknya Sambas (20), juga ikut jadi pengungsi di Wamena. Menurut Kokom, di kampungnya ada sembilan orang yang merantau ke Papua. Enam di antaranya bekerja di Wamena, sedangkan sisanya di Jayapura. Kakaknya, Dede, bahkan telah puluhan tahun merantau di Papua.

"Sejak keluar SMA, kakak saya usaha di sana. Suka ngecat rumah sama pasang wallpaper. Pasang interior rumah. Diamnya enggak tentu. Kadang di Wamena, Jayapura, Merauke. Keliling Papua," katanya. Adapun suaminya, kata Kokom, baru dua tahun bekerja di Wamena.

Dihubungi melalui telepon, Sarif mengatakan, ia masih mengungsi di Dinas Sosial Jayapura. Warga yang berasal dari Garut di tempat itu ada berjumlah 18 orang.

"Di sini (Jayapura) sudah 10 hari. Total ngungsi sudah dua minggu. Alhamdulillah ada paguyuban Sunda yang bantu. Pemprov Jabar juga sudah ke sini perwakilannya," kata Sarif.

Sebelumnya, Sarif sempat terjegal selama satu minggu di Wamena. Saat kerusuhan pecah ia mengungsi ke Makodim Wamena.

Ia akhirnya bisa mendapatkan pesawat menuju Jayapura setelah dua hari bertahan di bandara. Ribuan orang berdesakkan demi bisa masuk ke pesawat.

"Sudah benar-benar kacau di sini kondisinya. Warga pendatang banyak yang jadi korban. Teman saya asal Sukabumi kena bacok warga sini (Wamena). Beruntung masih selamat," katanya.

Halaman
123
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved