Kursi Panas Ketua MPR RI Jadi Rebutan, Gaji Rp 5 Jutaan, tapi Tunjangan Puluhan Juta Rupiah

Mantan ketua DPR RI Bambang Seosatyo akhirnya resmi menduduki kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR RI pada Kamis (3/10/2019).

Kursi Panas Ketua MPR RI Jadi Rebutan, Gaji Rp 5 Jutaan, tapi Tunjangan Puluhan Juta Rupiah
Tribunnews/Jeprima
Ketua MPR RI Periode 2019-2024, Bambang Soesatyo 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA – Mantan ketua DPR RI Bambang Seosatyo akhirnya resmi menduduki kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR RI pada Kamis (3/10/2019).

Sebelum ditetapkan dan dilantik di Gedung  Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, jalan Bambang Soesatyo menuju kursi Ketua MPR RI bisa dibilang tidak melalui jalan mulus.

Awalnya setiap partai memiliki kandidat berbeda. Ada yang mengusung berdasarkan kesepakatan koalisi, ada pula yang mengusung kader sendiri.

Kursi MPR RI ini pun menjadi kursi yang diperebutkan banyak partai.

Namun, ada dua poros yang menguat sebagai kandidat Ketua MPR RI, yakni dari Partai Golkar dan Partai Gerindra.

Awalnya, Partai Gerindra bersikeras mencalonkan Ahmad Muzani sebagai ketua MPR RI. Sementara, delapan fraksi di DPR RI beserta unsur kelompok DPD RI sepakat mendukung Bambang.

Ketua Fraksi Ahmad Riza Patria mengatakan, partainya ingin memastikan sejumlah agenda MPR RI dapat dimplementasikan dengan baik, antara lain revisi terbatas UUD 45 dan menghadirkan kembali GBHN.

Namun, pada akhirnya, partai berlambang garuda itu mengalah dan ikut mendukung Bambang.

Perebutan kursi Ketua MPR RI sudah menjadi polemik sejak beberapa bulan terakhir. Posisi ini dinilai strategis karena terkait dengan kewenangan melakukan amandemen.

Selain soal kewenangan itu, ternyata gaji dan tunjangannya tak main-main.

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved