Kakek Berusia 81 Tahun Ini Merasa Mimpi Bisa Berangkat Umrah ke Tanah Suci, Berkat Program Cauasak

Semoga kegiatan perdana ini bisa semakin berkembang dan bisa menjadi percontohan bagi Kecamatan dan Kelurahan yang ada di Kota Bandung

Kakek Berusia 81 Tahun Ini Merasa Mimpi Bisa Berangkat Umrah ke Tanah Suci, Berkat Program Cauasak
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Lurah Caringin Farhan Akbar (kiri), Camat Bandung Kulon Asmara Hadi (kanan), dan Iyus Rohaeli saat launching program CAUASAK di Kantor Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Jumat (04/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - RASANYA seperti mimpi, bisa berangkat umrah ke tanah suci di usia sudah lanjut. Itulah yang dirasakan Iyus Rohaeli, seorang kakek berusia 81 tahun, warga Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon. Ia diberangkatkan oleh Lurah Caringin, Farhan Akbar, yang menggagas program CAUASAK (Caringin Angkat Umroh Angkat Sadaya Karena Allah).

"Seperti mimpi rasanya, saya bersyukur dan berterimakasih kepada pak Lurah dan Pak Camat serta seluruh masyarakat yang membantu. Saya menjadi anggota Gober sejak tahun 2013," kata Iyus Rohaeli di Kantor Kelurahan Caringin, Kota Bandung, Jumat (04/10/2019).

Pria berusia 81 tahun tersebut, mengaku memiliki 10 orang cucu, sejumlah buyut dan enam orang anak. Lima orang laki-laki dan seorang anak perempuan.

Sebagai simbolis, Lurah Caringin dan Camat Bandung Kulon menyerahkan piagam dan sorban kepada Iyus Rohaeli.

Keberangkatan Iyus untuk umrah ke tanah suci tersebut merupakan kali pertama atau perdana dalam program CAUASAK. Yang dipilih adalah Iyus, selain sudah sepuh, juga dia adalah anggota Gober Kelurahan Caringin sejak 2013.

"Ini perdana di Kota Bandung, memberangkatkan Umrah dan diambil dari anggota Gober Kelurahan. Semoga kegiatan perdana ini bisa semakin berkembang dan bisa menjadi percontohan bagi Kecamatan dan Kelurahan yang ada di Kota Bandung," kata Camat Bandung Kulon Asmara Hadi di Kantor Kelurahan Caringin, Kota Bandung, Jumat (04/10/2019).

Asmara Hadi mengatakan bahwa program yang dipelopori Lurah Caringin tersebut sangat luar biasa dan Lurah Caringin paham membaca apa yang dibutuhkan di lingkungannya. Ia juga mengapresiasi dan berpesan agar dalam membuat program, tidak karena latah atau meniru program yang ada.

Lurah Caringin dinilainya sudah melakukan inovasi yang luar biasa karena telah menyesuaikan dengan permasalahan yang ada di Kelurahan. Asmara Hadi mengatakan bahwa program yang sudah berjalan sudah banyak, namun program untuk mendukung terkait masalah spritual atau keagamaan masih belum ada.

VIDEO Panas DJ Bebby Fey Dengan Seorang Pria Bukan Atta Halilintar, Bagian Tubuhnya Diciumi

Lucinta Luna Tinju Cowok Hingga Terpental, Benda Jatuh Dari Badan Lucinta Ini Malah Jadi Perhatian

Lurah Caringin, Farhan Akbar menambahkan, bahwa program unggulan yang diberi nama CAUASAK (Caringin Angkat Umroh Angkat Sadaya Karena Allah) itu  mulai dirancang pada November 2018.

"Kesejahteraan rohani, seperti jalan-jalan ke tempat wisata, itu sudah biasa. Hal yang sulit ialah untuk ziarah ke Tanah Suci. Alasan pemilihan seorang anggota Gober yang diberangkatkan Umrah ialah, karena Gober dan Linmas itu sangat dekat dengan Kelurahan dan Kecamatan," kata Farhan Akbar di Kantor Kelurahan Caringin, Bandung, Jumat (04/10/2019).

Anggota Gober yang diberangkatkan Umrah oleh Lurah Caringin ialah Iyus Rohaeli (81). Farhan Akbar mengatakan bahwa ada 18 anggota Gober dan 10 Linmas yang ada si Kelurahan Caringin. Pemilihan Iyus Rohaeli untuk berangkat Umrah, dikarenakan dari anggota Gober dan Linmas yang ada di Kelurahan, Iyus Rohaeli lah yang berusia sepuh.

Sosok Sebenarnya Suami Nella Kharisma Akhirnya Terungkap, Bukan Orang Sembarangan

Dicekoki Miras, Siswi SMP Disetubuhi Bergiliran Oleh Enam Pria, Sudah Puas Korban Diantar Pulang

Sumber dana untuk memberangkatkan Iyus Rohaeli dikatakan Farhan Akbar, berasal dari masyarakat dan CSR dari berbagai perusahaan termasuk Travel Dago Wisata, Bandung.

"Rencananya Pak Iyus Rohaeli akan berangkat pada 10 November 2019 dan beliau sudah didaftarkan melalui Dago Wisata. Biayanya awalnya sekira Rp 24 juta namun mendapat CSR dari Dago Wisata dan akhirnya biaya Umrah menjadi Rp 21 juta," kata Lurah Caringin.

Farhan Akbar menjelaskan bahwa program CAUASAK tersebut bisa berkelanjutan dan semakin banyak orang yang bisa diberangkatkan Umrah. Farhan menjelaskan bahwa dirinya sendiri belum pernah berangkat Umrah. Ia mengatakan bahwa Ia mengutamakan sepuh yang sudah berjasa di Gober Kelurahan. Ia memohon doa agar bisa berangkat Umrah di waktu mendatang. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved