Pihak SMK Taman Karya Madya Kota Cirebon Lakukan Hal Ini Agar Siswanya Tak Ikut Unjuk Rasa
Pihak SMK Taman Karya Madya Kota Cirebon Lakukan Hal Ini Agar Siswanya Tak Ikut Unjuk Rasa.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - SMK Taman Karya Madya Kota Cirebon yang lebih dikenal sebagai SMK Taman Siswa mempunyai cara tersendiri untuk mencegah siswanya mengikuti unjuk rasa.
Baik di Jakarta maupun di Cirebon sendiri seperti daerah lain sebagai bentuk penolakan terhadap sejumlah RUU.
Wakasek Kesiswaan SMK Taman Karya Madya Kota Cirebon, Titiek Wintri Komaliah, mengatakan, upaya yang dilakukan sekolah ialah bekerja sama dengan kepolisian melakukan pembinaan kepada siswa.
• Beredar Pesan Siswa SMK Taman Karya Madya Cirebon Diamankan Polisi di Jakarta,Sekolah Sebut Itu Hoax
"Kami lakukan antisipasi semacam itu dari jauh-jauh hari sebelum ramai ajakan aksi untuk siswa SMK," ujar Titiek Wintri Komaliah kepada Tribun Jabar, Kamis (3/10/2019).
Ia mengatakan, setiap pagi sebelum memulai jam pelajaran petugas Polsekta Cirebon Selatan Timur akan memberikan pembinaan kepada siswa.
Saat wacana ajakan aksi untuk siswa SMK mulai ramai di media sosial, petugas kepolisian pun semakin intens melakukan pembinaan.
• Ingat Penyanyi Pop Sunda Cilik Kustian Budak Jalanan? Tak Disangka Penampilannya Jadi Seperti Ini
"Pihak Polsekta Cirebon Selatan Timur juga sangat kooperatif, bahkan Kapolseknya turun langsung," kata Titiek Wintri Komaliah.

Menurut dia, pola pembinaan yang dilakukan dengan petugas kepolisian juga membuahkan hasil.
• Dicekoki Miras, Siswi SMP Disetubuhi Bergiliran Oleh Enam Pria, Sudah Puas Korban Diantar Pulang
Pekan lalu, saat unjuk rasa besar-besaran terjadi di Kota Cirebon dipastikan tidak ada siswa SMK Taman Karya Madya yang ikut serta.
Ia mengatakan, kala itu siswa tengah mengikuti ujian tengah semester (UTS) dan mendapat pengawalan dari kepolisian.
"Selesai UTS itu dilanjutkan pembinaan dari Polsek kemudian senam bersama guru-guru juga," ujar Titiek Wintri Komaliah.